Laworo, NewsMetropol – Warga Kecamatan Kusambi, LMD menduga ada gratifikasi di balik keluarnya rekomendasi Camat Kusambi Ali Mochtar Jaya terkait seleksi perangkat desa di Kecamatan Kusambi.
Pasalnya kata dia, dalam rekomendasi yang dikeluarkan oleh alumni STPDN tersebut terdapat sejumlah nama yang tercatat sebagai guru sertifikasi dan tenaga honorer di sejumlah instansi pemerintah.
“Bahkan ada perangkat desa yang direkomendasikan oleh Pak Camat masih berstatus sebagai mahasiswa. Ini kan aneh,” ujar LMD, Kamis (4/2).
Lanjutnya, akibat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Camat Kusambi tersebut, sejumlah perangkat desa tidak optimal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Ironisnya lagi kata dia penghasilan ganda yang didapat oleh perangkat desa tersebut berpotensi merugikan keuangan negara.
“Di sinilah masalahnya, ada perangkat desa tapi punya pekerjaan lain yang tetap dan mengikat. Seharusnya Camat Kusambi dalam mengeluarkan rekomendasi terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan ferivikasi kepada mereka yang diusulkan panitia seleksi di desa,” terangnya.
Selain itu LMD menduga Camat Kusambi tidak mengerti administrasi pemerintahan.
Pasalnya kata dia, terdapat peraturan perundang-undangan yang dilanggar dalam penempatan perangkat tersebut.
“Contohnya guru sertifikasi, yang dalam PP (Peraturan Pemerintah red) tidak dibolehkan merangkap pekerjaan lain selain di instansi pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu Kades Lemoambo, Nurwan mengatakan bahwa pengangkatan perangkat desa di desanya merupakan hasil rekomendasi dari Camat Kusambi.
“Iya benar itu hasil rekomendasi dari Pak Camat. Setelah Panitia Seleksi perangkat melaksanakan ujian tertulis, nama-nama yang memenuhi syarat disetor ke Pak Camat untuk selanjutnya direkomendasikan,” ujar Nurwan melalui selulernya.
Sebelumnya Sekcam Kusambi, Syarifudin mengaku bahwa dalam penempatan perangkat desa di wilayahnya, pihaknya yang memberikan rekomendasi kepada semua perangkat desa yang bertugas saat ini.
Sedangkan Camat Kusambi Ali Mochtar Jaya hingga berita ini ditayangkan tidak berhasil dihubungi.
(Red)
