Tentara Azerbaijan mengibarkan benderanya.
Baku, NewsMetropol – Tentara Azerbaijan berhasil membebaskan kota Gabriel dari pendudukan Armenia.
Menurut sumber-sumber terpercaya di Azerbaijan, tentara Azerbaijan membebaskan kota Gabriel yang diduduki setelah desa Bayuk Markanli, MaraIian dan Shebi.
Wilayah tersebut diketahui merupakan wi|ayah-wilayah kritis di Karbakh.
Sebelumnya, tentara Azerbaijan mengibarkan bendera setelah menduduki kota Madagiz di Karabakh.
Sebagaimana diketahui bahwa Kota Madagiz ini dulunya diduduki oleh Armenia.
Presiden Armenia Ilham Aliyev membuat pengumuman dalam pernyataan pada hari Sabtu.
” Hari ini (Sabtu) tentara Azerbaijan mengibarkan bendera kami di Madagaskar,“ ujar Ilham Aliyev seperti dikutip globalvoice24.com, Senin (5/10).
Dia pun menegaskan bahwa Madagiz adalah milik Azerbaijan karena Karabakh berasal dari Azerbaijan.
Aliyev menambahkan bahwa kota tersebut berganti nama menjadi Sugovushan pada hari Sabtu.
Sementara itu, Armenia telah meluncurkan serangan roket ke Ganja, kota terbesar kedua Azerbaijan. Satu warga sipil tewas dan empat lainnya terluka. Namun, Armenia telah menolak tanggung jawab atas serangan tersebut.
Presiden Azeri Ilham Aliyev telah bersumpah untuk membalas dendam setelah serangan roket Armenia.
Dia meminta penghancuran wilayah di Armenia yang menyebabkan serangan terjadi.
Pada hari Ahad, Azari memberi tahu presiden bahwa Azerbaijan akan menghancurkan target militer Armenia, di mana Armenia menyerang kota Azari.
Dua negara tetangga, Armenia dan Azerbaijan, bentrok minggu Ialu atas wilayah Nagorno-Karabakh yang diperdebatkan.
Baku mengklaim bahwa Armenia telah menyerang wilayah sipil dan pangkalan militer Azerbaijan sehingga akibatnya, serangan dan serangan balasan dimulai antara kedua negara.
Parlemen Azerbaijan kemudian menyatakan perang terhadap beberapa kota dan wilayah.
Untuk diketahui Nagorno-Karabakh merupakan wilayah Azerbaijan namun telah diduduki oleh Armenia sejak tahun 1990-an.
(Red/GV)
