1599017132225392-0

Jakarta, NewsMetropol – Perhelatan politik di Kota Makassar sudah mendekati masa pendaftaran di KPU.

Alhasil, eskalasinya pun mulai nampak, hingga beragam karakter menjadi orang dermawan pun dipertontonkan bagai atraksi yang mulia.

Menyikapi fenomena tersebut, Tokoh Masyarakat Makassar Syarifuddin Daeng Punna mengingatkan agar calon Walikota Makassar tidak perlu beratraksi peduli kemanusiaan atau tiba-tiba saja menjadi orang dermawan.

“Karakter itu terbentuk sejak kita belum menjadi siapa-siapa maka tampil apa adanya itu lebih berintegritas ketimbang memaksakan diri untuk menjadi orang dermawan sementara masyarakat sudah tahu siapa calon yang dianggap baik tanpa modus membantu ketika ada kejadian atau musibah seperti kebakaran, busung lapar dan lain lain,” terang pria yang akrab disapa SaDaP itu, Rabu (2/9).

Menurutnya, sah-sah saja seorang calon walikota membantu masyarakat, tetapi harus ada komitmen yang berkelanjutan ketika terpilih nantinya dapat terus berbuat kebaikan, membantu masyarakat kecil dengan mengunjungi mereka di waktu-waktu senggang.

Baca Juga:  Hikmat Idul Adha di Musollah Al-Mubtadi'in : Hakekatnya Semua Yang Kita Miliki di Dunia Milik Tuhan

“Salah satu contoh sederhana, waktu pileg 2019 calon legislatif rajin mendatangi majelis-majelis ta’lim bahkan ada seorang sahabat saya yang curhat bahwa dulu ada caleg dari salah satu partai politik intens mengunjungi majelis ta’lim yang ada di sungai pareman, namun setelah terpilih sebagai anggota DPRD tidak pernah lagi datang mengunjungi mereka, contoh seperti ini yang membuat masyarakat trauma atas sikap oknum yang tidak pandai berterima kasih, setelah di dukung dan terpilih lalu menghilang tanpa jejak,” urai SaDaP.

Dia pun berpesan agar semua calon ketika berbuat baik jangan hanya disaat ada momen politik

“Ketika terpilih yang paling utama adalah bagaimana masyarakat diperhatikan nasibnya,” tambah SaDaP.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa pada dasarnya orang yang dermawan itu tergerak hatinya membantu sesama tanpa memanfaatkan momen seperti pilkada.

Baca Juga:  Hikmat Idul Adha di Musollah Al-Mubtadi'in : Hakekatnya Semua Yang Kita Miliki di Dunia Milik Tuhan

“Kalau mau membantu kemanusiaan tidak mengikutkan embel-embel calon walikota karena publik akan menilai adapi maunya baru nadatangiki maka jangan hanya sampai disini saja tapi terus menebar kebaikan walau momen politik telah berlalu,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa sebagai calon pemimpin banyak cara untuk mensosialisasikan diri tanpa harus memformat dirinya sebagai orang yang peduli kemanusiaan.

“Olehnya itu saya mengingatkan para calon agar tidak terobsesi menjadikan musibah yang dialami masyarakat dengan menampilkan simbol-simbol calon tertentu untuk meraih simpati, karena saya akan mengkritisi dan menyampaikan ke masyarakat agar jangan pilih calon pemimpin yang memanfaatkan keadaan guna mencapai tujuan politiknya sebab itu berbuat baiklah seterusnya,” tutup SaDaP.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :