IMG-20200830-WA0123

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Pertahanan Turki, Jenderal Hulusi Akar saat menginspeksi pasukan.


Islamabad, NewsMetropol – Pakistan memuji Turki atas dukungannya terhadap rakyat Jammu dan Kashmir yang dikendalikan India.

Setelah pertemuan di ibu kota Islamabad dengan utusan Turki untuk Pakistan, ketua Komite Parlemen Pakistan untuk Kashmir, Shehryar Afridi, mengatakan sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal Kashmir telah membantu menyoroti masalah tersebut secara internasional.

“Presiden Erdogan memainkan peran penting dalam mengekspos rancangan para Hindu terhadap rakyat Kashmir dan minoritas India, karena preman terlarang Rashtariya Swayamsevak Sangh (RSS) menghukum kaum Muslim, Kristen, Sikh, dan Dalit Hindu dengan impunitas. Pemerintah India juga memberikan bantuan kepada tindakan yang ditujukan terhadap minoritas India dan Kashmir,” kata Afridi dalam sebuah pernyataan setelah pertemuannya dengan Duta Besar Mustafa Yurdakul seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (29/8).

Dia juga mengatakan India telah mengacaukan perdamaian di kawasan antara tiga kekuatan nuklir Pakistan, China dan India, dia memperingatkan bahwa setiap kesalahan di Kashmir dapat membahayakan kawasan itu, mempengaruhi lebih dari setengah populasi dunia.

“Turki telah memainkan peran penting bagi seluruh umat (Muslim di seluruh dunia) untuk bersatu melawan musuh bersama mereka,” kata Afridi menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan perhatian dunia atas dugaan kekejaman India di Kashmir.

Dia juga memuji peran kedutaan Turki dalam memajukan hubungan antara Pakistan dan Turki.

Sementara itu, Yurdakul menggarisbawahi bahwa peran Ankara dalam menyuarakan suara Kashmir akan terus berlanjut.

Sengketa selama puluhan tahun

Sebagaimana diketahui, Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.

Sebagian daerah Kashmir juga dikuasai oleh China.

Sejak mereka dipecah pada tahun 1947, New Delhi dan Islamabad telah berperang tiga kali – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 dimana dua diantaranya memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989.

(Red/AA)

KOMENTAR
Share berita ini :