Jakarta, NewsMetropol – Kemandirian koperasi dalam kehadirannya, baik itu yang dikelola perusahaan swasta maupun perorangan, punya perwujudan bisnis yang saling menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seperti halnya, Koperasi Karyawan Terminal Petikemas Koja, yang telah melakukan Rapat Anggota Tahunan XIX untuk tutup buku 2019, sekaligus mengevaluasi hasil usaha dan rencana pergantian pengurus jika para anggota menerima laporan bertanggungjawaban pucuk pimpinannya, bertempat di Hotel Sunlake Danau Sunter Jakarta Utara, pada Jumat (28/8)
Dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan), ada tarik menarik perdebatan sesama anggota yang mempersoalkan raihan bisnis yang sudah dicapai dan baru tercapai. Seperti penanaman saham kepada pengembang Perumahaan di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi. Diketahui mendapat pinalti.
”Karena hasil usaha koperasi tidak mampu menutupi perjanjian yang disepakati oleh manajemen kedua belah pihak,” begitu dialog pengurus dan para anggota dalam RAT tersebut.
Namun dari sisi lain, koperasi Kopkar TPK Koja, tahun 2020, mendapat kepercayaan untuk hadir di Pelabuhan Patimban, Subang yang akan diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam waktu dekat ini.
”Kita mendapat kepercayaan mengelola hasil bumi yang ada disana,” kata Wakil Ketua Kopkar, Ani Sumartono.
Diketahui, hasil usaha Kopkar TPK Koja sebelum pajak tahun anggaran 2019, realisasinya sebesar Rp 3.024.039.228. Dan sisa hasil usaha setelah pajak 2019, realisasinya sebesar Rp 2.478.445.682. Sedangkan priode 2020 akhir tahun anggaran sisa hasil usaha setelah pajak sebesar Rp 2.772.386.061.
(Risyaji)
