Jakarta, NewsMetropol – Syarifuddin Daeng Punna meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan maraknya berita-berita hoax yang berkembang.
Pasalnya dia menilai bahwa informasi bohong atau berita hoax adalah bagian dari skenario pihak tertentu yang ingin memecah belah bangsa.
“Sudah pasti tujuan mereka adalah menciptakan suasana yang tidak kondusif melalui penyebaran opini sesat agar publik tergiring dan menilai negatif pemerintah,” ujar pria yang akrab disapa SaDaP ini, Ahad (12/7).
Menurutnya, saat ini banyak berita yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta seperti issue sepeda akan dikenakan pajak.
Bahkan SaDaP menyebutkan bahwa serangkaian hoax memang sengaja diproduksi secara massif untuk memunculkan stigma bahwa pemerintah gagal dalam mengurus negara.
“Yang sangat disayangkan justru pemerintah dianggap melindungi dan akan menghidupkan kembali PKI yang sudah dibubarkan oleh rezim orde baru. Saya rasa hal itu keliru, sebab upaya pemerintah untuk tetap mempertahankan eksistensi pancasila terbukti dengan tidak di teruskannya pembahasan RUU HIP,” tambah SaDaP.
Untuk itu dia mengaku mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya menjaga keutuhan NKRI dari anasir-anasir jahat.
‘Saya juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah bekerja untuk bangsa dan negara ini dari rongrongan kelompok yang ingin merubah pancasila menjadi trisila,” tutupnya.
(Red)
