Screenshot_20200607-170335_WhatsApp

Jakarta, NewsMetropol – Tokoh Masyarakat Makassar, Syarifuddin Daeng Punna (SaDaP) menyesalkan beredarnya spanduk yang bertuliskan menolak rapid test di berbagai tempat di Kota Makassar.

“Saya turut menyayangkan hal ini, seharusnya sejak awal PSBB rapid test ini dilakukan ke pemukiman penduduk, jangan nanti setelah terjadi peningkatan grafik yang positif baru dilakukan hal tersebut,” ujar SaDaP kepada NewsMetropol, Ahad (7/6).

Menurutnya, penolakan ini terjadi karena disebabkan oleh opini-opini yang berkembang di masyarakat yang menyebut corona dapat sembuh dengan sendirinya.

“Berbagai pernyataan para pakar dan pengamat yang saling bertolak belakang sehingga membuat masyarakat bingung mencari sumber yang valid terkait masalah ini, ditambah lagi muncul beragam wacana yang memprovokasi,” ujarnya lagi.

Lebih jauh sadap mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh TNI-Polri yang sedari awal telah melakukan langkah-langkah terukur untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya justru salut dengan kinerja TNI-Polri yang lebih aktif melakukan langkah progressif dalam menangani dan mengantisipasi,” jelasnya.

Namun di lain pihak dirinya memberikan nilai merah bagi lembaga perwakilan rakyat Kota Makassar yang terkesan mengabaikan penderitaan warganya di tengah pandemi Covid-19.

“Sementara anggota DPRD Kota Makassar yang merupakan representasi dari masyarakat tidak terlihat di lapangan, hanya segelintir saja yang aktif turun ke lapangan meninjau keadaan warga padahal mereka terpilih karena keberpihakan suara rakyat melalui daerah pemilihannya, olehnya itu masyarakat berhak untuk mempertanyakan kerja kongkritnya di lapangan,” terang SaDaP.

“Kalau hal ini dipaksakan maka akan mudah memicu konflik, apalagi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini di tambah lagi aktifitas warga yang tidak berjalan normal dapat memunculkan gejolak sosial,” tambah SaDaP.

Untuk itu SaDaP mengapresiasi langkah prefentif yang dilakukan petugas medis di lapangan yang mengundang Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat untuk diberikan pemahaman terkait rapid test.

“Bila perlu rapid test jangan dijadikan prioritas tapi bagi siapa saja yang berniat untuk mengecek kesehatan bisa ikut rapid test,” imbuhnya.

Selain itu dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan beragam isu yang tidak benar dan menyesatkan.

“Lakukan kroscek atau tabayyun, sebab kondisi kita saat ini sangat mudah tersulut emosi. Mari gunakan akal sehat kita, sipakatauki kepada sesama agar terbangun keharmonisan hidup, dan kepada petugas medis di lapangan untuk mencari titik temu dari permasalahan ini supaya tidak berlarut larut dan warga bisa hidup dengan tenteram,” tutup SaDaP.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :