Jakarta, NewsMetropol – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Jose Rizal mengatakan, situasi ekonomi di masa Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap seluruh sektor usaha di Indonesia tidak terkecuali puluhan juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tragisnya menurut dia, dampak Pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM lebih besar dibandingkan dengan dampak krisis ekonomi di tahun 1930 dan tahun 1998.
“Dibandingkan dengan krisis tahun 1998 dimana banyak usaha besar yang terdampak, akan tetapi sektor UMKM masih bisa tumbuh 350 persen. Pada krisis 2020 seluruh UMKM terkena imbas akibat pendemi Covid-19 ini,” ujar Jose Rizal dalam siaran persnya, Rabu (3/6).
Namun disisi lain menurut dia, kondisi Covid-19 saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan tindakan korektif kebijakan dalam memperkuat peran pelaku UMKM dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
“Karena peran UMKM tersebut akan menjadi kerangka dasar terwujudnya pembangunan ekonomi Indonesia berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Untuk itu lanjut dia, Pemerintahan perlu menerapkan Kebijakan Tindakan Mendesak atau Basic Measures Policy dalam waktu jedah 2020-2025 sebelum Indonesia memasuki transisi ke negara maju, di mana pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menjadi faktor kritis.
“Ini juga terjadi di negara-negara maju di mana UMKM adalah ujung tombak atau spear head dari ekonomi berkelanjutan,” terangnya.
Selain itu dirinya mengharapkan komitmen pemerintah untuk menjadikan UMKM sebagai lokomotif pembangunan ekonomi Indonesia.
“Jika ini terwujud maka bukan hal yang mustahil jika kontribusi UMKM terhadap total nilai ekspor non-migas pada tahun 2024 mendatang bisa mencapai 30 persen,” jelasnya.
(Red)
