Tampak Jalan Desa Banyuresmi baru dibangun yang rusak.
Bogor, NewsMetropol – Penggunaan dana desa untuk pembangunan hotmix jalan desa di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikeluhkan warga. Pasalnya, selain dikerjakan asal jadi, hasil pekerjaanya banyak yang telah mengalami kerusakan.
Padahal, berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan pekerjaan itu baru selesai dua minggu lalu, namun kondisinya kini telah mengalami kerusakan.
Menurut Ketua RT di wilayah tersebut, Gebeng mengatakan, keberadaan jalan desa yang belum lama dibangun tetapi hampir di sepanjang jalan keadaannya sudah rusak lagi.
“Padahal jalan itu sangat dinantikan warga. Namun disayangkan pengerjaannya terkesan asal-asalan,” katanya kepada awak media, Selasa (02/06/2020).
Gebeng membeberkan, bahwa jalan yang baru di aspal sudah terlihat ancur dan tidak sesuai dengan anggran.
“Dengan anggaran Rp.353.187.750,- seharusnya pengerjaannya bisa sepanjang 900 meter, itu malah hanya dibangun 600 meter,” beber Gebeng.
Perlu diketahui, sebut Gebeng, warga desa dari dulu sangat mendambakan adanya bangunan jalan dengan kwalitas bagus,
“Akses jalan itu dibuka beberapa tahun lalu, karena warga Kampung Sirna, Cigaling dan Cisarua sebelumnya masih terisolir,” ujarnya.
Tak hanya itu, beber Gebeng lagi, jalan tersebut baru di hotmix namun terlihat sudah banyak yang rusak lantaran kwalitas bangunannya kurang bagus.
“Sebelum rusaknya bertambah parah, kami harap pihak pemerintah desa untuk segera memperbaiki jalan tersebut,” harapnya.
Bukan hanya Ketua RT, bahkan Sekretaris BPD Desa Banyuresmi Arip, mempertanyakan transfaransi kinerja Kepala Desa Banyuresmi lantaran selama dirinya menjadi BPD kurangnya komunikasi dan tidak adanya keterbukaan dengan BPD.
Arip yang akrab dipanggil Ucu memaparkan, seperti bangunan Jalan Cisarua – Citempuan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan secara tiba-tiba sudah muncul.
“Pihak desa terkesan tertutup masalahnya informasi sekecil apapun kami tidak mengetahui,” ucap Ucu.
Padahal, lanjut Ucu mengatakan, Kepala Desa Banyuresmi pada masa kampanye pernah mengatakan, “ayo kita bersama membangun desa, terutama soal transfaransi. Nyatanya, jangan kan masyarakat, BPD saja tidak tahu,” keluhnya.
Menurut Ucu, bahwa pihaknya hanya ingin bersinergi untuk membangun desa bareng bareng sesuai bidang dan tugas pungsinya.
Saat awak media ke kantor desa untuk konfirmasi, bertemu dengan staff desa bagian perencaan yang membenarkan terkait ketidakpuasan mengenai pembangunan tersebut.
“Ia benar kami dari pihak desa juga keberatan dan menyayangkan dengan pembangunan tersebut sangat kurang bagus. Saya juga pernah komplain masalah mesin waktu itu pake Baby Roler yang kekuatannya hanya untuk jalan lingkungan, saya juga kurang puas ini,” ujar iyang staff perencana desa itu.
Di tempat yang sama Sekertaris Desa (Sekdes) Kiki mengatakan hal yang sama, bahwa dirinya sudah konsultasikan dengan pemborongnya, untuk kasus ini nanti pemborong mau memperbaiki hotmix jalan tersebut.
Sementara dari pihak ketiga yaitu Ajat, ketika di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, akan segera memperbaiki hotmix jalan tersebut, karena memang pihaknya belum ada serah terima dengan pihak desa.
“Tidak lama lagi saya akan memperbaiki jalan hotmix tersebut, karena memang masih ada garansi,” pungkasnya.
(Rahman)
