Jakarta, NewsMetropol – Pengusaha Nasional asal Sulawesi Selatan Syarifuddin Daeng Punna (SaDaP) mengatakan, skenario perang dagang yang dimainkan oleh Amerika dan China telah berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.
Menurut SaDaP, perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut dipicu oleh karena adanya persaingan antar kedua negara untuk menjadi pemegang hegemoni perekonomian dunia.
Oleh karena itu SaDaP berharap agar issu perang dagang antara USA dan China tidak melarutkan emosional Bangsa Indonesia untuk ikut serta dalam kompetisi tersebut.
“Masyarakat jangan terpengaruh skenario perang dagang dan isu yang dapat memecah belah NKRI hanya karena Amerika saat ini terancam oleh Cina sebagai pesaing terberat di dunia perekonomian global,” ujar SaDaP kepada NewsMetropol, Selasa (26/5).
SaDaP mensinyalir isu perang dagang antara Amerika dan China di Indonesia sengaja dibesar-besarkan dalam upaya memecah belah persatuan sesama anak bangsa.
Dia juga mengatakan bahwa kebhinekaan Indonesia dan implementasi nilai-nilai Pancasila hendaknya dijadikan sebagai spirit untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan di tengah Pandemik Covid-19.
“Toleransi dan semangat gotong royong bangsa kita jangan sampai terkikis karena perkembangan zaman,” katanya lagi.
SaDaP menambahkan bahwa secara ideologi Bangsa Indonesia tidak sejalan dengan kedua negara yang tengah berseteru tersebut.
Bahkan menurut SaDaP, ideologi yang dianut oleh kedua negara tersebut sangat bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
“Kita ketahui bahwa satu Komunis dan yang satu lagi liberialisme. Indonesia adalah negara Pancasila, ini tetap harus kita pertahankan dengan cara apapun,” jelasnya.
(Red)
