Tampak Rusun Yonif 511 Kota Blitar.
Blitar, NewsMetropol – Hingga hari ini sudah ada 11 penghuni di rumah singgah. Mereka ada yang PMI ada yang dari luar Kota, karena Nekat Pulang Kampung ke Blitar, 11 Pemudik Jalani Karantina 14 Hari.
Lebih lanjut Plt Walikota Blitar, Santoso menyampaikan, mereka semua proaktif dan bersedia untuk diisolasi selama 14 hari di tempat karantina atau rumah singgah yang berada di Jalan Sumba Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Di tempat karantina Rumah Susun (Rusun) Yonif 511 Kota Blitar, yang memiliki kapasitas sekitar 100 kamar. Mereka yang menjalani karantina diantaranya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Hongkong dan Malaysia. Selain itu juga pemudik yang baru datang dari luar kota.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala dan mereka bisa melalui masa karantina selama 14 hari hingga kembali berkumpul dengan keluarga. Mereka di karantina dahulu selama 14 hari meski kondisinya baik. Karena yang perlu kita waspadai jangan sampai ada pemudik yang membawa virus,” kata Santoso kepada awak media, Senin (20/04/2020).
Sementara Ketua Crisis Center Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, bahwa pihaknya saat ini fokus mengantisipasi kedatangan pemudik dari luar kota yang pulang ke Kota Blitar.
Petugas akan memperketat pemantauan kedatangan pemudik dari luar kota, di stasiun ataupun terminal. Para pemudik yang tiba di stasiun atau terminal langsung dibawa ke tempat karantina untuk menjalani observasi dari tim medis. Petugas juga memperketat pemantauan terhadap pemudik yang pulang menggunakan kendaraan pribadi maupun travel. Salain itu, para RT dan RW diminta mendata para pemudik yang pulang naik kendaraan pribadi maupun travel.
“Data dari RT dan RW nantinya akan dilaporkan ke Crisis Center maupun Dinas Kesehatan. Selanjutnya petugas kesehatan akan mengecek kondisi pemudik. Bagi pemudik yang kondisinya sehat harus isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” jelas Hakim Sisworo.
(IP)
