IMG-20200325-WA0170

Konferensi Pers Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, terkait ODP dikabupaten Barru, Rabu (25/3).

Barru, NewsMetropol – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid 19 atau Virus Corona dikabupaten Barru, bertambah menjadi 4 (empat) orang.

Hingga Rabu sore (25/3), pukul 16.00 Wita, total dalam pemantauan menjadi 74 orang.

Berdasarkan data dari website resmi Covid-19 Barru, http://covid19.barrukab.go.id/. yang di update setiap saat oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid 19, yang dibentuk Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh M.Si., jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang positif, sejauh ini belum ada atau nihil.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Barru, dr Amis menyebutkan, penambahan empat orang yang yang masuk dalam status pemantauan merupakan warga yang baru tiba dari daerah lainnya.

“4 penambahan ODP merupakan warga yang baru tiba dari daerah asal Bontang, Jakarta Utara, Malaysia, dan Kalimantan. Satu mengalami batuk, dan tiga lainnya pilek dan demam,” sebut Amis dalam keterangan persnya, di Media Center Covid-19 Barru.

Bersama Ketua Gugus Tugas, Dr. Ir. Abustan M.Si., Kadis Kesehatan Barru ini mengurai, penyebaran atau domisili 74 warga yang masuk dalam ODP., adalah masing-masing : Kecamatan Barru 16 orang, Balusu 7 orang, Soppeng Riaja 6 orang, Mallusetasi 26, Tanete Rilau 5, Tanete Riaja 7, dan Pujananting 7 orang.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan ke 74 yang masuk dalam ODP. Dan sampai sekarang, belum ada yang dinyatakan positif,” ujar dr. Amis.

Seperti diberitakan, penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di Barru terus dimaksimalkan oleh Pemkab Barru dan berbagai elemen masyarakat selama satu pekan terakhir.

Bupati Barru Suardi Saleh, selain membentuk Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 yang dikoordinir Plh Sekda Barru Abustan, juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Diantaranya, memindahkan proses belajar mengajar ke rumah masing-masing siswa, mengatur sistem kerja ASN, dan meminta pihak perusahaan PLTU Bawasaloe meliburkan karyawannya sementara waktu.

Begitu pun meniadakan jam besuk di RSUD, dan membatasi pendamping pasien, baik yang sedang rawat inap, maupun yang rawat berjalan. Lainnya, memperketat pengawasan di dua pelabuhan penumpang, dan perbatasan darat antara kabupaten/kota. Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan disinfektan.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

Bukan hanya itu, Pemkab bersama beberapa elemen juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat umum, perkantoran dan rumah ibadah. Termasuk mewajibkan setiap perkantoran di pemerintahan menyiapkan hand sanitizer.

Khusus kebijakan mengisolasi Dusun Labungnge selama 14 hari, Bupati Barru bersama Tim Gugus Tugas sudah menyalurkan bantuan logistik ke semua warga yang jumlah KK-nya mencapai 90. Di samping itu, menghimbau kepada semua elemen untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak massa, dan menutup tempat wisata dan tempat hiburan.

Tak kalah penting, Pemkab menyiagakan masing-masing Puskesmas di Barru guna tetap melakukan pelayanan kesehatan kepada warga. Bahkan call center setiap Puskesmas juga sudah tercantum.

Sebelumnya, hasil rapat Forkompida Barru menyepakati untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergitas untuk bersama menangani penyebaran Corona. Seperti memantau setiap pendatang, maupun menurunkan personil untuk keliling kampung menghimbau warga agar memperbanyak tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus.

(Ahkam)

KOMENTAR
Share berita ini :