IMG-20200227-WA0035

Jakarta, NewsMetropol -Terminal Petikemas (TPK) Koja berupaya meningkatkan produktufitas layanan sandar dan bongkar muat muatan pada tahun 2022, dengan cara mengoperasikan tiga unit container crane jenis Super Post Panamax untuk melayani kapal petikemas generasi ke empat dengan kapasitas angkut diatas 10.000 TEUs.

“Dengan pergantian dua container crane lama dan menambahkan satu container crane baru, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kegiatan,,” ujar Sekretaris Perusahan (Sekper) TPK Koja, Safuan didampingi Kahumas, Didiet , di Jakarta Rabu (26/2).

Saat ini, TPK Koja sedang mempersiapkan fasilitas pendukung untuk memasang gantry crane canggih tersebut dengan memperbaiki dermaga sepanjang 600 meter dan perkerjaannya sudah dimulai awal Januari 2020.

TPK Koja dengan mengoperasikan 3 unit super post Panamax dengan jangkauan atau row 22 sampai 27 meter yang artinya sudah mampu bersaing dengan Terminal Petikemas tetangga yakni New Port Container Terminal 1 (NPCT1).

Baca Juga:  Warga Perumahan Kertamukti Asri Residence Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Menurut Safuan, selama 2019 throughput petikemas yang dilayani TPK Koja mencapai 814.000 TEUs mengalami kenaikan sekitar 3% ya dibanding 2018 yang hanya mencapai 889.000 TEUs. Prestasi throughput tersebut masih dibawah 2017 yang pernah mencapai 1.092
672 TEUs atau diatas kapasitas TPK Koja yang hanya 1 juta TEUs per tahun.

Untuk target 2020 ini minimal sama dengan 2019 karena dermaga berkurang akibat pemasangan 3 unit crane baru.
Pada 2022, kata Safuan, TPK Koja akan mengoperasikan 8 unit gantry crane dan saat ini ada 7 unit gantry crane. Sebab 2 gantry crane akan diganti dengan 3 unit super post Panamax.

Produktivitas muat sekarang ini sekitar 26 sampai 27 BSH (Boss/Ship/Hours) dan dan untuk bongkar bisa 30 BSH.
Lebih lanjut diharapkan nantinya setelah penguatan dermaga sepanjang 600 meter dan beroperasinya tiga unit crane canggih pada tahun 2022, ditargetkan manajemen TPK Koja, throughput terminal petikemas tersebut melampaui NPCT 1.

Baca Juga:  Warga Perumahan Kertamukti Asri Residence Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

“Crane super post panamax bertujuan mengantisipasi kunjungan kapal yang trennya semakin besar. Seperti OOCL di TPK Koja memakai kapal generasi IV, dengan volume 18 ribu sampai 20 ribu TEUs perbulan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, TPK Koja menambah fasilitas RTG atau Tenggo dan head truck pendukung operasional yang harus menyesuaikan dengan container crane super post.

(Risyaji)

KOMENTAR
Share berita ini :