BES 2019

Tampak Kadis DPMPTSP Dace Supriadi dan Kepala Bappedalitbang Syariah Sofiah bersama jajarannya saat Konferensi pers PLT Kadiskominfo Kardenal, Selasa (10/12).

Bogor, NewsMetropol – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan mengundang menteri Kabinet Indonesia Maju dan 13 kepala daerah pada acara Borderline Economic Summit (BES) 2019. Untuk membahas delapan fokus pembangunan regional lintas wilayah perbatasan Kabupaten Bogor di Royal Tulip Hotel, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada hari Kamis tanggal 12 Desember 2019.

Jajaran Kabinet Indonesia Maju yang diundang antara lain Kepala BAPPENAS, Kepala BKPM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perhubungan, dan Menteri PUPR.

Sedangkan 13 Kepala Daerah yang diundang yaitu terdiri dari 3 Gubernur dan 10 Wali Kota dan Bupati. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, kemudian Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wali Kota Tangerang Selatan, Wali Kota Bekasi, Bupati Tangerang, Bupati Cianjur, Bupati Sukabumi, Bupati Purwakarta, Bupati Karawang dan Bupati Lebak.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Supriadi mengatakan Borderline Economic Summit (BES) diinisiasi oleh Pemkab Bogor sesuai arahan Bupati Bogor Ade Yasin. Untuk bersinergi dan memecahkan permasalahan antara Kabupaten/ Kota yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor.

“Pertemuan ini nanti nya tentu akan jadi solusi dengan bersinergi menyelesaikan persoalan transportasi, kesehatan, pendidikan, sampah, kemacetan hingga penanganan masalah sosial,” kata Dace kepada awak media, Selasa (10/12).

Hal tersebut dapat diatasi dengan memperkuat kerja sama ekonomi dengan tujuan merancang program serta evaluasi kegiatan dalam bidang pembangunan infrastruktur, ekonomi, sosial, pariwisata, sehingga investasi dapat hadir.

Sementara itu Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, BES sengaja digelar sebagai upaya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Ada delapan isu strategis yang akan dibahas pada forum BES ini yaitu  pembangunan Jalur Poros Timur Tengah (PTT) atau Jalur Puncak Dua, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada impul LRT, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada simpul Kereta Api, pembangunan Jalan Khusus Tambang, pengembangan Twin Geopark Pongkor-Ciletuh, penanganan Das Kali Bekasi, penghubung Tol Cimanggis-Cibitung, serta pengendalian banjir di Kawasan Hulu.

“Kami berharap dengan sinergitas dan kolaborasi yang dikemas melalui BES.  Dapat mendorong terwujudnya hubungan yang berkesinambungan dan saling menguntungkan. Khususnya pada bidang ekonomi, sosial, infrastruktur dan sebagainya. Sehingga Borderline Economic Summit ini sebagai media promosi peluang dan potensi investasi bersama Kota & Kabupaten kepada Investor,” jelas Syarifah.

(Wido)

KOMENTAR
Share berita ini :