Lumajang, NewsMetropol – Gerbong mutasi di Polri telah bergerak dan mengharuskan AKBP M Arsal berpindah tugas yang semula sebagai Kapolres Lumajang menjadi Waka Polresta Bogor Kota.
Ribuan masyarakat yang mendengar berita tersebut sangat terpukul dan bersedih sehingga merasa tidak rela dengan kepindahannya.
Alhasil pada Sabtu kemarin (30/11) warga Lumajang menggelar acara pelepasan AKBP Muhammad Arsal Sahban di pendopo Kabupaten Lumajang.
Bahkan acara tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah, seperti dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Probolinggo, Jember, Pasuruan, dan Yogyakarta.
Selain itu, masih banyak lagi masyarakat dari kota lain yang sengaja datang untuk melepas kepergian inisiator Tim Cobra tersebut.
Wargapun telah berdatangan ke pendopo Arya Wiraraja sebelum acara dimulai.
Melihat banyak kerumunan masyarakat, AKBP Muhammad Arsal Sahban mendatangi kerumunan tersebut untuk memuaskan rasa kangen dan keinginan masyarakat untuk bertemu dengan AKBP Muhammad Arsal Sahban untuk terakhir kalinya.
Melihat kedatangan AKBP Muhammad Arsal Sahban, masyarakat berduyun-duyun berebut foto dengannya.
Spontan diapun memberikan senyum khasnya kepada masyarakat dan melayani permintaan foto tersebut satu persatu.
Acara baru resmi dibuka pada pukul 18.00 WIB dengan pemutaran film Lumajang membara yang mengangkat kisah heroik Iptu Jama’ari melawan penjajah dengan bintang utamanya AKBP Muhammad Arsal Sahban.
Acara seremonial dimulai tepat jam 19.30 wib bersama Forkopimda dengan rangkaian kegiatan yang sangat meriah.
Disela decak kagum dengan acara penampilan yang disuguhkan, tangis haru juga selalu mengiringi tiap-tiap rangkaian acara karena berat hati melepas kepergian sang Komandan.
Dalam sambutannya AKBP Muhammad Arsal Sahban berjanji akan menjadi orang terakhir yang meninggalkan acara ini demi menemui masyarakat yang ingin berfoto dengannya.
Bahkan setelah kegiatanpun kerumunan masyarakat masih saja berebutan untuk berfoto dengannya.
“Berat rasanya melepas kepergian sang Komandan Cobra. Namun apa bisa dikata karena amanah sudah diberikan dan jabatan berikutnya sudah di bebankan serta harus segera dilaksanakan perintah dari pimpinan,” ujar salah seorang warga Lumajang.
(Red)
