Calon Wali Kota

Dr. Ahada saat mendaftar di Kantor Sekretariat Partai Gerindra Kota Mataram, Jln. Ade Irma Nasution Kota Mataram, Jumat (15/11).

Mataram, NewsMetropol – Pilkada serentak di NTB kian mendekati ambang start, sejumlah kandidatpun bergegas mempersiapkan diri untuk menentukan Partai pengusungnya.

Dr. Ahada yang merupakan salah satu kompetitor pendatang baru resmi mendaftarkan diri sebagai salah satu Kandidat Balon Wakil Walikota Mataram di Sekretariat Partai Gerindra Kota Mataram, Jln. Ade Irma Nasution XX Kota Mataram, Jumat (15/11).

Kedatangan Dr. Ahada beserta rombongan yang berjumlah 15 orang, disambut tim panitia penerimaan pendaftaran Partai Gerindra Kota Mataram.

Ketua tim panitia pendaftaran Partai Gerindra Kota Mataram Kartajadi menyampaikan, bahawa sejatinya pendaftaran hari ini adalah yang terakhir, namun dari pusat memberikan perpanjangan waktu hingga 5 hari kedepan, katanya.

Baca Juga:  Motivator Ketut Abid Halimi Gugah 7.000 Tokoh Riau dalam Doa Keselamatan dan Kebangkitan Nusantara

Dalam kesempatan yang sama Dr. Ahada  juga menyampaikan motifasi yang mendorongnya maju sebagai Kandidat Balon Wakil Walikota Mataram adalah tidak seimbangnya laju pembangunan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan rancunya sektor pendorong pembangunan ekonomi mikro.

Saya termasuk pendatang baru dalam kancah Pilkada Kota Mataram yang mendorong kami untuk tampil menawarkan perubahan adalah sesuai dengan slogan kami yakni, “Menuju Mataram Yang Lebih Berkualitas”, ujarnya.

Kami bernawaitu untuk membawa Kota Mataram berkualitas tinggi terutama dari peningkatan SDM, Ekonomi, dan Infrastruktur.

Ada 4 titik fokus yang kami utamakan yaitu, mengurangi angka pengangguran, seperti yang kita ketahui angka pengangguran di Kota Mataram mencapai 400. 000 yang belum terserap.

“Peningkatan ekonomi dengan mendorong pembangunan sektor pariwisata dan sarana pendukungnya; Peningkatan kualitas pendidikan baik formal maupun informal dengan harapan SDM yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan di Kota Mataram bisa kebih unggul; dan penataan Kota yang harus disesuaikan dengan master plan yang sudah direncanakan agar terciptanya keseimbangan antara Daerah Permukiman dengan ketersediaan ruang terbuka hijau,” pungkasnya.

Baca Juga:  Motivator Ketut Abid Halimi Gugah 7.000 Tokoh Riau dalam Doa Keselamatan dan Kebangkitan Nusantara

Dr. Ahada juga menyoroti semerawutnya Tata Ruang yang ada dilihat dari penempatan penyediaan barang dan jasa yang tidak terpusat.

Menurutnya sentralisasi pusat perekonomian juga turut menentukan kualitas penataan ruang Kota.

Selain itu Ahada juga menyoroti adanya ketidak seimbangan antara laju pembangunan dengan ketersediaan lapangan kerja sehingga terlihat ada kepincangan.

“Pembangunan ini dapat dinikmati oleh warga  lokal Kota Mataram,  bukan dinikmati oleh orang luar Kota Mataram”, ujarnya.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :