IMG-20191106-WA0051

Banjarmasin, NewsMetropol – Korem 101/Antasari menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Jannah Makorem 101/Antasari, Rabu (6/11).

Mengusung tema “Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M Kita Implementasikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan Sehari-hari Guna Mewujudkan Prajurit Dan PNS TNI AD Profesional Kebanggaan Rakyat” acara ini diikuti oleh segenap prajurit dan PNS Korem 101/Antasari yang beragama Islam.

Kasi Pers Korem 101/Antasari, Letkol Inf. Esnan Haryadi mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tersebut tidak lain untuk merefleksikan kisah perjalanan hidup Nabi Besar Muhammad SAW.

“Menghidupkan sunnah Rasul dengan mentauladani sikap dan prilaku Rasulullah dalam pelaksanaan tugas prajurit dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Tinjau Kopdes Merah Putih Karangdowo, Pasiter Kodim Klaten : Pembangunan Capai 100 Persen

Sementara itu Almukarram H. Jama’an HD, S.Ag dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Rasulullah akan selalu dikenang sampai hari kiamat, karena Rasulullah membawa kebaikan dan meninggalkan kebaikan.

“Orang yang husnul khatimah yaitu orang yang membawa kebaikan dan meninggal dalam keadaan yang baik, jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain bukan menjadi orang yang keberadannya sama dengan ketidakadaannya,” ujarnya

Kata dia, tingkah laku manusia yang merugikan orang lain maka akan menghalanginya masuk surga.

H. Jama’an juga menyampaikan bahwa karakteristik manusia terdapat 5 macam yakni :

1. Manusia wajib yaitu manusia yang keberadaanya di harapkan orang lain apabila tidak ada akan memberikan kekecewaan bagi orang lain

Baca Juga:  Pengosongan Rumah Dinas Mabes TNI di Komplek Slipi Berjalan Tertib dan Sesuai Ketentuan

2. Manusia sunnah yaitu manusia yang apabila hadir dalam masyarakat memberikan kebahagiaan bagi orang lain

3. Manusia mubah yaitu manusia yang keberadaannya sama dengan ketidakadaannya

4. Manusia makruh orang yang tidak bisa memberikan manfaat bagi org lain tapi membawa masalah untuk orang lain

5. Manusia haram yaitu manusia yang keberadaannya tidak disukai atau diharapkan orang lain

(Syamsul Huda/Penrem 101)

KOMENTAR
Share berita ini :