Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban saat memimpin operasi Door to Door dengan mengamankan 10 unit Motor bodong dan 1 Pistol.
Lumajang, NewsMetropol – Operasi motor bodong door to door Tim Cobra Polres Lumajang pasca terjadinya pembegalan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Randuagung Lumajang membuahkan hasil.
Operasi kali ini menyasar Desa Pajarakan Kecamatan Randuagung karena ditengarai merupakan salah satu wilayah rawan pelaku kriminalitas.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan pemilihan Desa Pajarakan sebagai sasaran operasi disebabkan karena informasi yang menyampaikan tentang banyaknya pelaku kriminalitas di desa itu baik penadah kendaraan hasil kejahatan, pelaku curanmor dan pencuri sapi.
“Banyak informasi yang masuk kepada saya bahwa Desa Pajarakan ini adalah tempat dimana banyak sekali pelaku kejahatan bersarang terutama penadahan barang hasil curian,” ungkap putra Makassar ini, Senin (30/9).
Lanjut Arsal, dalam operasi di desa itu pihaknya berhasil mengamankan 10 motor bodong, 10 STNK yang ditengarai hasil kejahatan dan 1 senjata api berjenis pistol.
“Saya sudah sering mengingatkan kepada masyarakat Lumajang jika ingin menumpas para pelaku curanmor dan begal, maka jangan beli dan gunakan motor bodong, karena motor yang anda gunakan adalah hasil kejahatan,” ujar Arsal
Arsal menerangkan bahwa berdasarkan teori suplay and demand, semakin banyak permintaan motor bodong maka suplainya juga akan meningkat, dimana suplainya diperoleh dari hasil kejahatan, salah satunya dari aksi begal.
“Untuk itu saya himbau janganlah bangga menjadi bagian dari pelaku kejahatan. memiliki motor bodong sama dengan bangga menjadi bagian dari pelaku kejahatan,” tutup Arsal
(Red)
