Bupati Bone DR. H. A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si., saat membacakan pidato Presiden RI di acara upacara HUT Bhayangkara ke-73, Rabu (10/7).
Bone, NewsMetropol – Kali ini Polres Bone melaksanakan Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-73 tidak lagi di ibu Kota Kabupaten Bone melainkan di Lapangan Merdeka Kelurahan Padaelo, Kecamatan Mare, Rabu (10/7).
HUT Bhayangkara ke-73 mengambil tema ” Dengan semangat Promoter pengabdian Polri untuk Masyarakat Bangsa dan Negara”.
Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, S.H, S.IK , M.Si dalam sambutannya menjelaskan, bahwa sebagai anggota Polri wajib mengingat panji-panji Tri Brata. Pertama, berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.
Kapolres selalu merepresentasikan jiwanya sebagai ajaran edukasi dan moral yang dapat menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat, dan harapannya kedepan meningkatkan kerjasama dalam menjaga Kamtibmas.
Menurut Kapolres Bone, tugas Polri memang berat, karena berhadapan langsung dangan masyarakat yang beraneka ragam sikap, kepercayaan dan kebiasaannya, menghadapi masyarakat yang demikian, memerlukan kesiapan tersendiri.
“Polisi mesti tahu menempatkan diri dengan baik agar tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat dimana mereka bertugas. Seorang anggota Kepolisian mesti memahami ilmu komunikasi serta budaya lokal yang di anut masyarakat,” katanya.
Kapolres mengatakan, Polisi sebagaimana di atur dalam Undang-Undang memainkan peran yang luar biasa. Oleh karena itu, Polisi harus dapat bereaksi cepat jika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat.
Hari ini, kata dia, tingkat kriminalitas terus menunjukkan kecenderungan meningkat yang tidak signifikan. Peningkatan kasus Narkoba dengan barang bukti sebanyak 59 gram, jaringan peredaran Narkoba berdatangan dari luar susah terlacak dengan baik, ada mata rantai terputus ketika aparat berusaha untuk mengorek informasi dari para pelaku yang tertangkap.
“Masyarakat perlu dilindungi dari akibat buruk penyalahgunaan Narkoba. Seandainya aparat keamanan bertindak tegas sesuai dengan aturan, niscaya peredaran Narkoba dapat ditekan. Perlu penanganan secara profesional dan akuntabel.,” ujar Kapolres Bone.
Sementara Bupati Bone DR. H. A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si., selaku Inspektur Upacara membacakan pidato Presiden RI, bahwa beberapa instruksi sebagai pedoman tugas Polri.
Dijelaskannya, bahwa Pertama, terus tingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Polri guna menghadapi tantangan tugas yang di emban. Kedua, kedepankan strategi Kepolisian serta proaktif dan tindakan humanis. Ketiga, tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat secara konsisten dan berkelanjutan. Keempat, tingkatkan profesionalisme dalam menegakkan hukum yang transparan dan berkeadilan. Kelima, perkuat koordinasi dan kerjasama yang baik.
(Syahrir)
