Walikota Jakarta Timur M. Anwar saat memantau penyemprotan Jumantik, Jumat (8/2).
Jakarta, NewsMetropol – Walikota Jakarta Timur M. Anwar meminta seluruh kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk lebih siaga dalam memantau sarang jentik di wilayahnya. Sebab, ancaman penyakit demam berdarah bakal meningkat pada musim penghujan.
“Saya minta agar para kader jumantik di semua Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur ini untuk lebih profesional. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Dengan itu, Walikota Jakarta Timur beserta jajaranya meninjau langsung ke wilayah dalam mencegah dan menekan kasus DBD di Jakarta Timur,” kata Walikota Jakarta Timur M. Anwar saat memimpin PSN di RW.03 Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jumat (8/2).
Anwar menegaskan, mengingat hasil laporan yang ada masih ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dirinya pun mengimbau Jumantik agar lebih rajin mengontrol rumah dan lingkungan.
”Nah, dengan ini saya minta juga agar para jumantik terus mengedukasi masyarakat agar mampu menjadi Jumantik mandiri, kalo perlu diadakan penggerebekan jentik seminggu tiga kali,” ujarnya.
Anwar juga mengatakan, Jumantik atau juru pemantau jentik merupakan anggota masyarakat yang dilatih untuk memantau keberadaan jentik nyamuk, melaporkan kegiatan kepada puskesmas dan menggerakkan masyarakat untuk menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yaitu menguras, menutup penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan menghindari gigitan nyamuk.
“Gerakan ini bertujuan menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat DBD dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan,” paparnya.
Kendati demikian Anwar juga mengajak masyarakat selain mewaspadai ancaman wabah penyakit DBD. Masyarakat juga sigap, tanggap dan galang dalam menjaga kenyamanan dan rasa aman di lingkungan masyarakat.
“Kita saat ini sudah memasuki kondisi cuaca ekstrem. Untuk itu saya juga meminta kepada masyarakat untuk kondisi lingkungan yang bersih aman dan tentram. Jika terjadi apa-apa segera berlapor kepada RT/RW hingga Lurah dan Camat,” imbuhnya.
Sementara itu (Plt) Camat Cipayung Mamad, SKM, MM., memaparkan bahwa gerebek jentik di TPU Pondok Ranggon oleh Jumantik, PKK dan unsur masyarakat lainnya serta didukung oleh gabungan PPSU se-Kecamatan Cipayung sebanyak 240 orang, dan Tenaga PJLP TPU sebanyak 140 orang,” tandasnya
PPSU merupakan langkah untuk menurunkan kasus DBD di Wilayah Kecamatan Cipayung, karena urutan ke 2 Kasus DBD terbanyak se-DKI Jakarta. Mudah-mudahan dengan upaya ini kasus DBD di Kecamatan Cipayung bisa berkurang.
“Dipilihnya TPU Pondok Ranggon karena Pondok Ranggon merupakan IR-nya yang tertinggi di Kecamatan Cipayung, selain itu area makam yang sangat luas juga berpotensi banyaknya jentik nyamuk DBD yang hidup pada kendi-kendi atau vas bunga yang ada di semua makam di TPU Pondok Ranggon,” ungkapnya.
Selain itu Lurah Pondok Ranggon menambahkan, para kader Jumantik Kelurahan Pondok Ranggon ini sudah diberikan pembinaan agar dapat bekerja dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Ketua RW. 03, Kelurahan Pondok Ranggon menyampaikan bahwa dirinya berterimakasih banyak atas kehadiran Walikota di Kelurahan Pondok Ranggon ini. Menurutnya, dengan kunjungan Walikota dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh warga.
”Terimakasih banyak Walikota Jakarta Timur sudah hadir, ini merupakan support bagi kami untuk lebih perduli dengan seksama dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” pungkas Hasyim.
(Deni.M)
