Muhamad Nur alias Roni, DPO Polres Bogor Kabupaten saat dimankan oleh Tim Jatanras Polres Bima Kota, Sabtu (13/10).
Bima, NewsMetropol – Setelah dua bulan menjadi buronan, Muhamad Nur alias Roni akhirnya berhasil diringkus Tim Jatanras Polres Bima Kota, Sabtu (13/10).
Tim Jatanras dibawah pimpinan Aipda Gundur itu berhasil membekuk pelaku penganiaya Wido salah seorang wartawan NewsMetropol di Desa Parangina Kecamatan Sape Kabupaten Bima, NTB.
Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Winarta, S.I.K. mengatakan pihaknya berhasil mengamankan sang buronan berikut barang bukti berupa 1 buah parang, satu buah dompet berisikan uang Rp 1.900.000 dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion Jumbo.
Lanjutnya, penetapan Roni sebagai DPO oleh Polres Bogor berdasarkan laporan Polisi bernomor : LP/B/702/VII/2018/ Res. Bgr. tanggal 5 Agustus 2018 lalu.
Kata dia, oleh Anggota Reskrim Polres Bogor selanjutnya berkordinasi dengan Tim Jatanras Polres Bima karena diduga pelaku melarikan diri ke kampung halamannya di Wilayah Sape Kabupaten Bima.
“Kemudian Tim Jatanras melakukan penyelidikan keberadaan pelaku selama dua hari, sehingga pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 sekira pukul 12:00 wita, Tim Jatanras melakukan penggrebekan di tempat persembunyian pelaku, di sebuah gubuk, di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima dan Tim Jatanras berhasil mengamankan pelaku,” jelas Kapolres kepada Wartawan.
Kapolres juga mengatakan, usai dibekuk, Tim Jatanras kemudian membawa pelaku ke Polres Bima Kota dan selanjutnya pihaknya berkordinasi dengan pihak Polres Bogor.
Sebagaimana diketahui sebelumnya Wido, menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan dan sabetan parang oleh Roni dan kawannya di Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu (4/8) silam.
Kejadian pembegalan atau pembacokan Wido oleh Muhamad Nur alias Roni, dan kawan-kawan yang berunsur pembunuhan berencana itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB.
Saat itu Wido bersama tunangannya Suci tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni Area Ruko Lampu Merah Cikaret, Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di depan sebuah warung untuk makan sate.
Sambil duduk-duduk dengan Suci, Wido berbincang-bincang dengan dua temannya, Candra dan Nungki.
Sekira pukul 23.45 WIB, Wido bersama Suci ikut mengantarkan Candra dan Nungki yang hendak ke dalam sebuah cafe yang tempatnya berseberangan dengan warung tempat makan sate.
Ketika Wido dan Suci mengantarkan Candra dan Nungki ke dalam cafe, Wido dan Suci melihat Muhamad Nur alias Roni, dan kawan-kawannya berada duduk di bangku depan cafe.
Wido yang saat itu tidak berpikiran buruk bakal terjadi sesuatu pada dirinya hingga hampir merenggut nyawanya itu juga sempat menyapa pelaku.
Namun sekira pukul 00.30, saat Wido mengajak Suci untuk pulang, di area parkir, Wido secara tiba-tiba dari arah belakang dibacok oleh Roni bersama adik iparnya.
Akibat kejadian itu, Wido mengalami luka berat di bagian bahu kanan, pergelangan kanan dan siku tangan kiri.
Pada saat yang bersamaan, Suci berusaha mengejar para pembegal namun tidak terkejar, sedangkan Wido dalam keadaan kritis berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke dalam cafe.
Pada Pukul 00.45 Wib, melihat kondisi Wido yang hampir tidak sadarkan diri, para pengunjung cafe segera melarikan Wido ke RSUD Cibinong sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
(Amrin)
