Tampak terduga kedua pelaku Bripda Fislan dan Bripda Zulfikar.
Kendari, NewsMetropol – Diduga akibat mendapatkan penganiayaan dari kedua seniornya, Bripda M. Fatur Rahman Ismail personel Polda Sultra meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart, bahwa Bintara remaja angkatan 42 itu ditindaki oleh Bripda Fislan angkatan 41 dan Bripda Zulfikar angkatan 40.
Oleh teman-temannya, lanjut dia, korban juga sempat dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.
“Meskipun sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, namun nyawa Bripda Fatur Rahman tidak dapat terselamatkan,” terang AKBP Golden dalam press releasenya kepada wartawan, Senin (3/9).
Harry menuturkan, berdasarkan hasil autopsi didapatkan luka memar pada dada sebelah kiri dan luka memar pada perut bagian bawah.
“Retak pada tulang rusuk sebelah kiri pada tulang rusuk no 7, jejas kemerahan pada pembungkus jantung, jejas kemerahan pada permukaan jantung, terdapat resapan darah pada otot perut bawah. Luka memar dan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat trauma tumpul yang keras dan kuat (Commutio Cordis),” jelasnya.
Harry menambahkan, saat ini kasus tersebut tengah ditangani Propam Polda Sultra dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan kedua terduga pelaku penganiayaan.
(Salim Budi Agung)
