Pelantara-8 dan Bakti Bela Negara Sail Moyo Tambora 2018 saat disambut oleh Sekda Lombok Utara Dr. Ir. H. Suhardi, M.M, di Dermaga Pelabuhan Carik Lombok Utara.
Lombok Utara, NewsMetropol – Kedatangan KRI Teluk Bintuni-520 Kapal Perang yang membawa Satuan Tugas Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara-8) dan Bakti Bela Negara dalam rangka mendukung dan menyukseskan Sail Moyo Tambora 2018 Kamis petang di dermaga pelabuhan Carik Lombok Utara disambut Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Utara Dr. Ir. H. Suhardi, M.M. dan Forkompinda serta ratusan anggota pramuka Saka Bahari dari Mataram dan sekitarnya, Jumat (31/8).
Satgas Pelantara-8 dan Bakti Bela Negara dipimpin Kolonel Laut (P) Sukrisno, S.T., M.Si. berjumlah 500 yang terdiri dari Pramuka Saka Bahari, Putra-Putri Maritim (PPMI), Polimarine Semarang. Kapal Pelantara-8 akan singgah di pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Moyo dan pulau Medang dan akan berpartisipasi pada kegiatan pucak Sail Moyo Tabora di pelabuhan Badas, Pulau Sumbawa, NTB.
KRI Teluk Bintuni-520 yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan unsur Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya mendapat kepercayaan melaksanakan operasi satuan tugas Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara-8) dan Bakti Bela Negara yang dikomandani Mayor Laut (P) Suroto, M.Tr, Hanla merupakan kapal perang jenis angkut tank khusus MBT (Main Battle Tank) 2 Revolution Leopard yang dibuat di galangan kapal dalam negeri Galangan Kapal PT Daya Radar Utama, Lampung.
KRI Teluk Bintuni memiliki spekfikasi panjang 120 meter, ltinggi 7,8 meter, draft 3 meter dan mampu berlayar dengan kecepatan bisa mencapai 16 knot. Kapal Landing Ship Tank (LST) ini mampu mengangkut 10 unit tank leopard yang memiliki bobot 62 ton.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut dalam mendukung program nasional Sail Moyo Tambora ini tidak saja mengerahkan Satgas Pelantara-8 dan Bela Negara yang menggunakan KRI Telu Bintuni-520, tetapi juga Satgas Surya Baskara Jaya (SBJ-67) dengan Komandan Kolonel Laut (P) Kunto Tjahjono yang sehari-hari menjabat Komandan satuan Kapal Amfibi (Dansatfib) Koarmada II menggunakan KRI dr Suharso-990. Selain itu TNI AL juga mengerahkan pesawat udara jenis Cassa dan preajurit pasukan Intai Amfibi Marinir untuk demo terjung payung memeriahkan puncak acara tanggal 9 September 2018.
(Amrin)
