Tanggap Darurat Harus Diselesaikan Secepatnya Dan Sebaik-Baiknya

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena, Kepala BNPB Wiliam Rampangilei, beserta Bupati Lombok Barat, saat di pengungsian korban gempa di Lapangan GOR Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (11/8).

Giri Menang, NewsMetropol – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengunjungi pengungsi korban gempa di Lombok Barat. Kepala BNPB didampingi Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan jajaran mengunjungi warga di kamp pengungsian di Desa Kekait dan Lapangan GOR Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (11/8).

Dalam kunjungannya Kepala BNPB Willem Rampangilei melihat progress penangan korban gempa sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan.

Baca Juga:  Kajari Sumbawa Barat Bahas Peran Pers Dalam Informasi Publik

“Kami ingin melihat langsung permasalahan-permasalahan yang diidentifikasi di lapangan, apa-apa yang masih diperlukan agar penanangan pengungsi itu dapat dilakukan sebaik-baiknya lalu upaya pemulihan pun dapat dilakukan secepatnya.

Sesuai pesan Presiden Jokowi, beliau memerintahkan kepada semua, tanggap darurat ini harus dilakukan secepatnya dan sebaik-baiknya,” katanya.

Willem juga menegaskan, kecepatan verifikasi data menjadi hal utama untuk proses pemulihan khususnya pemukiman.

“Rumah rusak yang telah didata berikutnya harus diverifikasi kemudian di SK kan oleh bupati ‘by name by address’nya. Setelah itu kami dari pemerintah pusat melalui BNPB menyalurkan bantuan stimulant. Dan untuk pembangunan kembali rumahnya, pemilik rumah akan dilibatkan untuk pemberdayaan,” paparnya.

Kedatangan tim BNPB di Lombok Barat sendiri sangat diapresiasi Bupati H. Fauzan Khalid. Dengan kondisi yang minim saat ini, Fauzan berharap bantuan BNPB dapat segera memulihkan kondisi di Lombok Barat.

Baca Juga:  Warga Salociu Angkat 9 Tuntutan Wajib "Kunci Mati" PT. PUL

Diakui Fauzan, kondisi bantuan distribusi bantuan ke bawah sangat minim. Bahkan posko kabupaten tempat mengumpulkan bantuan pun dirasa sangat minim.

“Dari sisi jumlah orang yang terdampak lebih besar di Lombok Barat. Ada empat kecamatan yang parah penduduknya, ini lebih besar dari penduduk KLU. Masyarakat yang mengungsi sampai sekarang ini sekitar 130 ribu orang.”

Yang membuat kami sulit karena titik pengungsian ini tidak terpusat. Ada beberapa titik yang jumlahnya sampai ribuan, tapi ada yang 20 atau 30 orang di satu titik pengungsian, jelasnya.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :