Bandara Udara Tebelian yang berada di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat siap dioperasikan.
Sintang, NewsMetropol – Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI, Agus Santoso mengatakan, Bandara Udara Tebelian yang berada di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat siap dioperasikan.
Kata dia, Bandara ini akan menggantikan Bandara Susilo yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
“Bandara Tebelian mempunyai landasan pacu berukuran 1.660 meter dan lebar 30 meter, lebih panjang dibandingkan dengan Bandara Susilo yang landasan pacunya hanya sepanjang 1300 meter dan lebar 30 meter,” ujar Agus Santoso dalam siaran persnya, Kamis (19/7).
Menurutnya, dengan kapasitas itu, Bandara Tebelian dapat melayani operasional pesawat BB sekelas ATR 72 dengan lebih maksimal, baik untuk penumpang maupun untuk cargo.
“Dengan lebih banyaknya pesawat yang bisa mendarat dan masuk ke Bandara Tebelian yang baru yang lebih besar ini akan meningkatkan arus penumpang dan barang masuk ke Kabupaten Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu,” ujarnya lagi.
Dia berharap kehadiran Bandara Tebelian dapat memacu perekonomian Sintang dan sekitarnya sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
“Hadirnya bandara Tebelian yang bayi ini akan mendukung pertahanan dan keamanan negara karena letaknya yang berbatasan dengan negara tetangga seperti Serawak Malaysia,” imbuhnya.
Agus menambahkan bahwa Bandara Tebelian ini juga akan membuka keterisolasian masyarakat daerah.
“Bandara Tebelian juga diharapkan bisa menjadi imberkasi haji, yang dapat digunakan untuk umat muslim daerah Sintang dan sekitarnya menuju Embarkasi haji terdekat seperti yaitu Balikpapan dan Banjarmasin,” jelasnya.
Dirjen Perhubungan Udara menerangkan perkembangan angkutan udara di wilayah Sintang cukup menggembirakan dengan pertumbuhan penumpang sekitar 35,13 persen pertahun sehingga menjadikan sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan angkutan udara yang tinggi di Indonesia.
“Waktu masih dilayani Bandara Susilo pada tahun 2017, jumlah penumpang sudah mencapai 96.063 orang. Padahal pada tahun 2012 lalu jumlah penumpanya 26.000. Jadi peningkatan lebih dari 250 persen, suatu hal yang luar biasa,” pungkas Agus.
(Teddy)
