Kapolri Tekankan Jajarannya Terus Evaluasi Diri Guna Raih Kepercayaan Publik

Rakernis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (6/3). (Foto : Kumparan).

Jakarta, NewsMetropol – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, guna mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat pihaknya hendaknya terus melakukan evaluasi diri.

Kata dia, semua satuan harus melakukan perbaikan diri agar komplain masyarakat akan kinerja Polri dapat terminimalisir.

“Perlu banyak perbaikan, reserse paling banyak komplain tertinggi. Saya minta pada kesempatan Rakernis ini betul introspeksi, evaluasi karena sumbangsih reserse kalau penanganan reserse baik bisa mengembalikan kepercayaan publik,” ujar Jenderal Tito saat mengisi Rakernis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (6/3).

Dia menuturkan bahwa reserse penyumbang ketidakpercayaan publik yang paling paling besar bagi institusi yang dipimpinnya itu.

Baca Juga:  May Day 2026, Kapolres Pekalongan Ajak Buruh Jaga Kondusivitas

Pada kesempatan itu Kapolri juga mengatakan, bahwa peran humas memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk opini publik.

Menurutnya, citra Polri yang personelnya berjumlah empat ratus ribu orang bisa buruk hanya karena perbuatan buruk satu orang dan viral di media begitupun sebaliknya.

“Contohnya saat anggota polisi lalu lintas membantu nenek mengangkat karung dan kejadian tersebut menjadi viral di media sosial,” ujarnya lagi.

Kejadian tersebut kata dia, menimbulkan persepsi publik yang menilai bahwasannya polisi baik semua.

Kapolri menuturkan bahwa, dalam catatan tahun 2016, Polri termasuk dalam kategori lembaga yang kurang dipercaya publik.

Kondisi tersebut lanjut dia, telah dijadikan cambuk untuk meningkatkan kinerja berdasarkan konsep Promoter yakni profesional, modern dan terpercaya.

Baca Juga:  Polri Apresiasi Massa Buruh, Sampaikan Aspirasi Tertib pada Peringatan May Day

Sehingga pihaknya pun mengedepankan pelayanan publik, memperbaiki kinerja dan meningkatkan penegakan hukum.

“Kemudian kinerja kamtibmas yang lebih baik, itu mengubah kultur budaya,” terang Jenderal Tito.

Alhasil dari kerja keras itu telah membuahkan hasil sebagaimana tergambar dalam survei tingkat kepuasan masyarakat pada akhir tahun 2017 yang memposisikan Polri pada posisi keempat lembaga yang posisi dipercaya publik setelah Lembaga Kepresidenan, TNI dan KPK.

“Artinya kita sudah on the right track tinggal bagaimana mempertahankan dan meningkatkan dan ini tidak bisa dilakukan oleh pimpinan di tingkat atas atau perwira tinggi saja, tapi harus sampai pada tingkat bawah,” jelasnya.

(Baso Susanto)

KOMENTAR
Share berita ini :