Illustrasi.
Babel, NewsMetropol – Masyarakat di sejumlah daerah mengaku kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 Kg, dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, banyak warga -terutama ibu rumah tangga- menjerit, karena tak bisa memasak akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Dari informasi yang berhasil dihimpun NewsMetropol, kelangkaan tabung gas melon ini, faktanya juga terjadi di Kotamadya Pangkalpinang. Walau sporadis hanya beberapa wilayah. Namun tak ayal, mampu membuat sejumlah pengguna berkeluh kesah, karena padamnya tungku rumah mereka.
Sementara itu, dalam sesi wawancara via pesan singkat, Suhendra, Ketua DPD Hiswana Migas Babel pada NewsMetropol mengatakan, bahwa sepengetahuan pihaknya, tidak ada kelangkaan yang terjadi di pangkalan- pangkalan sah milik agen LPG. “Karena Stok di agen/pangkalan mencukupi, atau di supply sesuai jadwal seperti biasanya,” tulis Suhendra, Selasa malam, (2/1).
Kemudian, saat ditanyakan soal antisipasi harga yang terbilang jauh dari harga resmi, dimana harga eceran tertinggi di pasaran Kota Pangkalpinang, dapat berkali lipat alami peningkatan harga, dari HET (harga eceran tertinggi) 15.900 rupiah per tabung. Ke kisaran harga 20 – 23 ribu /tabung di pasaran. Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga mengalami hambatan dalam soal tingkat kewenangan menjalankan regulasi yang sudah disepakati antara stake holder.
“Untuk kewenangan atau sistem pengawasan yang dilakukan pihak kami, akan berakhir sampai ditingkat pangkalan sah yang di miliki oleh agen, yang tergabung dalam Hiswana Migas,” imbuh Suhendra lagi.
Oleh karena itu, pihaknya juga ikut mensupport, jika memang ditemukan adanya praktek-praktek pelanggaran terkait mark up yang tidak wajar dari soal HET tadi, agar segera melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwenang.
“Jika terdapat pelanggaran- pelanggaran terkait HET di lapangan, maka dari tim reaksi cepat yang berisikan pihak Diperindag Pemkot – Polda Babel akan segera menangani laporan tersebut,” pungkas Suhendra.
(Lukman Hakim)
