Kasi Bintal Mayor Laut (KH) Latif Wibawa, S.Ag., M.M. menyampaikan materi tentang “Pembinaan Profesionalisme Prajurit Menghadapi Tantangan Global” pada Jam Komandan kepada prajurit dan ASN Kolinlamil di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil. (Foto: Dispen Kolinlamil).
Jakarta, Metropol – Dinas Administrasi Personil (Disminpers) Kolinlamil mengadakan Jam Komandan kepada ratusan prajurit Kolinlamil di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (19/10).
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membina, memotivasi dan memberikan dorongan serta semangat kepada para prajurit Kolinlamil dalam rangka menunjang tugas pokok.
Hal ini dilakukan pimpinan Kolinlamil dengan secara bergantian masing-masing fungsi untuk memberikan pemahaman kepada para prajurit sekaligus masukan.
Kasi Bintal Mayor Laut (KH) Latif Wibawa, S.Ag., M.M. menyampaikan materi tentang “Pembinaan Profesionalisme Prajurit Menghadapi Tantangan Global”.
Kata dia, profesionalisme bagi prajurit dan Aparat Sipil Negara (ASN) merupakan tuntutan jaman yang tidak dapat dihindari.
Lanjutnya, bagi prajurit dan ASN Kolinlamil dituntut memiliki budaya kerja yang handal, mental kuat dan akhlak mulia.
Menurutnya, dengan budaya kerja yang profesional, secara sosial prajurit dan ASN Kolinlamil akan dapat diterima oleh stakeholder, baik internal maupun eksternal dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan global.
“Sedangkan secara kelembagaan prajurit dan ASN Kolinlamil juga harus dapat menunjukan kontribusi dalam rangka meningkatkan citra baik institusi dimata publik,” ujarnya.
Dia menuturkan kriteria profesionalisme yang harus dimiliki prajurit dan ASN Kolinlamil setidaknya ada tiga hal yaitu kualitas kerja, kompetensi dalam berprofesi dan komitmen pada pekerjaan.
“Kualitas kerja itu ditentukan oleh pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Ditambah pula 6 S service yaitu Salam, senyum, segera, selesai, sempurna dan sukses,” jelas pamen Bintal ini.
Selain itu, kepada Prajurit dan ASN dia berharap untuk selalu menjaga komitmen kerja kepada institusi baik secara afektif (keterikatan dan keterlibatan emosional dalam bekerja disertai rasa senang), komitmen berkelanjutan, bekerja secara kontinue tanpa henti dan komitmen normatif (perasaan wajib untuk tetap memenuhi tugas dan memegangi norma, nilai dan aturan yang berlaku).
(Risyaji)
