Kegiatan coffe morning bersama unsur maritim di Aula Yos Sudarso Mako Lanal Kendari, Selasa (17/10).
Kendari, Metropol – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Kendari Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono, SE., M.M. menggelar acara coffe morning bersama unsur maritim di Aula Yos Sudarso Mako Lanal Kendari, Selasa (17/10).
Danlanal Kendari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai media komunikasi sesama komunitas maritim dalam rangka mewujudkan ketahanan maritim di Sulawesi Tenggara.
Lanjut Danlanal, sebagai salah satu provinsi yang memiliki perairan yang luas, Sultra menjanjikan potensi hasil laut yang sangat melimpah dan salah satunya adalah hasil ikan.
Namun kata dia, pengelolaan sumber daya ikan di Sulawesi Tenggara belum sepenuhnya menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakatnya karena mindset pengelolaan sumber daya tersebut mengabaikan prinsip-prinsip pengelolaan yang ramah lingkungan.
“Contohnya kemarin, saat saya berpatroli di perairan Muna Barat, saya mendapati nelayan yang sedang mengebom ikan,” ujar Danlanal.
Kata dia, berdasarkan pengakuan nelayan tersebut, aktivitas mengebom ikan dilakukannya minimal tiga kali dalam seminggu.
“Jika ini dilakukan oleh tiga atau empat orang dalam sebulan maka kita tidak dapat membayangkan betapa besarnya kerusakan yang ditimbulkannya,” ujarnya lagi.
Oleh karena itu Danlanal berharap melalui kegiatan “Coffe Morning,” komunitas maritim dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat ataupun memberikan solusi dari permasalahan tersebut.
“Melalui forum ini kita bisa melahirkan gagasan yang bisa kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah guna mencegah kerusakan potensi maritim,” imbuhnya.
Senada dengan itu Wadirpolair Polda Sultra AKBP Suryo Aji, S.I.K., mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Danlanal Kendari yang berupaya menyelamatkan potensi maritim di Sultra.
Kata dia, perlu ada gerakan masiv dan terukur dari komponen unsur maritim untuk memberikan edukasi bagi warga pesisir untuk dapat memanfaatkan potensi maritim secara bijaksana.
“Kalau bisa ada rekomendasi yang kita lahirkan dalam setiap pertemuan kita dan itu kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah,” imbuhnya.
Mantan Kapolres Baubau ini menambahkan untuk mereduksi kegiatan ilegal fishing ataupun Destructive Fishing diperlukan kolaborasi pendekatan persuasif dan represif.
Turut hadir dalam kegiatan Coffe Morning kali ini adalah Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Perwakilan Basarnas Kendari, Perwakilan PT. Pelindo, Perwakilan PT Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Perwakilan Dinas Navigasi Kendari, Dinas Perikanan Kota Kendari, Perwakilan BKSDA Sultra, Perwakilan PT Pertamina dan Perwakilan PT Pelni.
(M. Daksan)
