Reporter : Jhon EF | Editor : Widi Dwiyanto
JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menerima audiensi jajaran Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (29/07/2026).
Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto dan didampingi para Pejabat Tinggi Madya BNN. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung program prioritas Presiden di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Prevalensi Narkotika Meningkat, Diperlukan Langkah Komprehensif
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI memaparkan data terbaru. Prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia meningkat dari 1,73% menjadi 2,11% atau setara 4,15 juta jiwa.
“Angka ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Karena itu diperlukan penanganan yang komprehensif melalui penguatan aspek pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi,” tegas Suyudi.
Strategi BNN: Pencegahan, Pemberantasan, Rehabilitasi
Di bidang pencegahan, BNN terus mengembangkan program strategis seperti Gerakan Ananda Bersinar dan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN). Tujuannya membangun ketahanan anak sejak dini dan melahirkan pendidik sebaya (peer to peer educator).
BNN juga menyoroti tantangan baru berupa meningkatnya penyalahgunaan rokok elektrik/vape yang mengandung narkotika seperti etomidate dan ketamin. BNN turut mengungkap ancamanĀ clandestine laboratory di Bali serta pengungkapan 3,37 ton cannabinoid buds di Gresik yang diduga akan diolah menjadi liquid vape. Kondisi ini dinilai mendesak untuk penguatan regulasi terhadap peredaran vape.
Di bidang rehabilitasi, BNN berkomitmen memperluas layanan melalui Balai Rehabilitasi dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Pendekatannya mencakup medis, sosial, hingga pelatihan keterampilan agar mantan penyalahguna dapat kembali produktif di masyarakat.
Dukungan KSP dan Isu Strategis
Menanggapi paparan BNN, Tenaga Ahli KSP menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang telah dilakukan. Sebagai delivery unit Presiden, KSP berkomitmen untuk :
- Mengawal pelaksanaan program prioritas nasional;
- Mendorong penguatan regulasi penanggulangan narkotika;
- Mengintegrasikan program unggulan BNN ke dalam Sistem Monitoring dan Evaluasi (SISMONEV);
- Menjembatani kebutuhan strategis BNN, termasuk penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran.
Dalam diskusi, BNN juga menyampaikan sejumlah isu strategis lintas sektor, antara lain penguatan payung hukum BNN, percepatan revisi UU Narkotika dan UU Psikotropika, optimalisasi Desk Penanggulangan Kejahatan Narkotika Nasional, penguatan peran Pemda terhadap BNN Kabupaten/Kota, serta perluasan program Desa Bersinar.
Komitmen Bersama Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui audiensi ini, BNN dan KSP sepakat memperkuat koordinasi dan kolaborasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program P4GN. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan “Indonesia Emas 2045” yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
