Reporter : Andik | Editor : Widi Dwoliyanto
JEMBER, NEWSMETROPOL.id – PSHT Cabang Jember menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas selama Bulan Suro melalui Apel Kebangsaan Kesiapan Pengamanan Terate (Pamter) yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan perguruan silat.
Ketua PSHT Cabang Jember, Jono Wasinuddin, menyebut Bulan Suro memiliki makna spiritual bagi seluruh perguruan pencak silat. Karena itu, setiap kegiatan harus berlangsung tertib dan aman.
“Bulan Suro adalah bulan spiritual bagi seluruh perguruan pencak silat. Karena itu, kami ingin seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ujar Jono.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi pencak silat menjadi kunci menciptakan suasana damai selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Hari ini pemerintah, aparat keamanan, dan perguruan silat duduk bersama. Tujuannya agar Jember tetap kondusif dan semua kegiatan berjalan sesuai perannya masing-masing,” katanya.
PSHT Jember menyiapkan sekitar 1.200 personel Pamter dari tingkat cabang, ranting, hingga rayon. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 personel diterjunkan dalam apel kesiapsiagaan.
“Kami menyiapkan sekitar 1.200 personel. Yang hadir kurang lebih 1.000 orang, berasal dari seluruh ranting sesuai kemampuan masing-masing,” ucapnya.
Jono berharap pola kolaborasi yang terbangun saat ini terus berlanjut sehingga potensi gesekan dapat diminimalkan pada tahun-tahun mendatang.
“Kalau kebersamaan seperti ini terus terjaga, Insyaallah tidak ada persoalan. Semua pihak sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan PSHT Jember tengah menyiapkan agenda besar bertajuk PSHT Berselawat pada 2027 yang ditargetkan dihadiri sekitar 40 ribu peserta di Jember Sport Garden (JSG).
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condro Putra, menegaskan Pamter harus menjadi teladan bagi warga PSHT maupun perguruan silat lainnya di Kabupaten Jember.
“Pamter adalah representasi pengamanan PSHT. Tunjukkan bahwa PSHT mampu menjaga nilai-nilai luhur dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” kata Bobby.
Kapolres juga meminta seluruh perguruan silat mengendalikan anggotanya agar tidak terlibat konflik yang dapat merugikan organisasi maupun masyarakat luas.
“Jika ada oknum yang terlibat pelanggaran hukum, serahkan prosesnya kepada kepolisian. Jangan membawa persoalan pribadi menjadi konflik organisasi,” tegasnya.
Menurut Bobby, sebagian besar gesekan yang terjadi selama ini berawal dari masalah personal, namun kerap berkembang karena membawa nama perguruan silat.
“Kami mengapresiasi peran Pamter dalam menjaga keamanan internal organisasi. Polres, Pemkab, dan Kodim siap berkolaborasi mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT,” ujarnya.
Kapolres berharap seluruh kegiatan Bulan Suro berlangsung aman dan tertib sehingga peserta dapat mengikuti agenda dengan nyaman sekaligus menikmati suasana Kabupaten Jember.
