IMG-20260405-WA0005
Reporter : Syahrir | Editor : Widi Dwiyanto

BONE, NEWSMETROPOL.id – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi meningkatnya peredaran narkoba seiring pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri konferensi pers di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso, Watampone, Sabtu (04/04/2026).

Dalam kegiatan itu, turut hadir Kapolres Bone AKBP Sugeng, Kasat Narkoba Polres Bone Iptu Irham, serta Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra.

Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi yang pesat berbanding lurus dengan meningkatnya daya beli masyarakat, yang berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.

“Pada dasarnya, di mana ada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemampuan daya beli masyarakat juga meningkat. Ini yang harus kita waspadai,” ujar Andi Asman.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Bone mulai memperketat pengawasan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga:  Lantik 192 Pejabat, Bupati Lebak Minta ASN Kerja Bersih dan Profesional

Salah satunya dengan mewajibkan surat keterangan bebas narkoba bagi ASN yang akan mengurus kenaikan pangkat, mutasi, promosi jabatan, hingga perpindahan tugas.

“Surat bebas narkoba wajib dari BNNK Bone, bukan lagi dari rumah sakit,” tegasnya.

Bahkan, ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi diperluas ke layanan publik lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan, ke depan bagi masyarakat yang ingin menikah, bercerai, atau pensiun, akan kami tolak jika tidak melampirkan keterangan bebas narkoba,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Bone juga berencana melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba.

Bupati mengungkapkan akan menyiapkan penghargaan bagi warga yang memberikan informasi terkait aktivitas bandar narkoba.

“Kita akan siapkan apresiasi atau penghargaan bagi masyarakat yang membantu memberikan informasi terkait peredaran narkoba,” ujarnya.

Baca Juga:  Kades Jimbe : Bersih Desa Jadi Momentum Wujudkan Desa Hebat

Ia juga menyoroti posisi geografis Bone yang dinilai strategis dan rawan menjadi jalur masuk narkoba.

Menurutnya, terdapat sedikitnya 10 pintu akses masuk ke wilayah Bone, mulai dari jalur penyeberangan, dermaga kecil, akses dari kabupaten tetangga, hingga jalur penerbangan.

“Bone ini bisa menjadi pintu masuk narkoba karena banyaknya akses, baik dari selatan, utara, maupun jalur laut dan udara. Ini menjadi tantangan serius bagi kita semua,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bone bersama aparat kepolisian dan instansi terkait berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam memberantas peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan masa depan generasi masyarakat Bone.

KOMENTAR
Share berita ini :