IMG-20260115-WA0002
Reporter : Harun Suprihat| Editor : Widi Dwiyanto

BOGOR, NEWSMETROPOL.id – Puluhan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dilaporkan mengalami keracunan gas di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu dini hari (14/01/2026).

Pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai ratusan korban dalam insiden tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan, bahwa informasi yang menyebutkan adanya 700 korban keracunan adalah disinformasi. Angka 700 tersebut merujuk pada kode kedalaman lubang tambang, yakni Level 700, tempat titik awal gas beracun terdeteksi.

“Kami luruskan, angka 700 itu adalah level kedalaman lubang atau lokasi kejadian, bukan jumlah korban. Hingga malam ini, total warga yang dievakuasi akibat terpapar gas berjumlah 64 orang,” ujar Kapolres Bogor dalam keterangan resminya di lokasi kejadian, Rabu malam.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Hujan, Polda Banten Imbau Warga Tetap Hati-hati

Kronologi Kejadian Peristiwa bermula saat para penambang masuk ke lubang ilegal di Level 700 dan Level 500. Diduga kuat, para penambang menggunakan mesin generator (genset) di dalam lubang yang minim sirkulasi udara. Asap buangan dari mesin tersebut menghasilkan gas Karbon Monoksida (CO) pekat yang terjebak di dalam lorong tambang, menyebabkan para pekerja mengalami sesak napas hingga pingsan,” ujarnya.

Kondisi Korban Berdasarkan data tim medis di lapangan, dari 64 korban yang berhasil dievakuasi. 52 orang telah dipulangkan setelah mendapatkan bantuan oksigen tambahan.

12 orang masih menjalani perawatan intensif, dengan rincian 7 orang di RSUD Leuwiliang dan 5 orang di klinik terdekat karena kondisi yang belum stabil. Pungkas Kapolres Bogor.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Sejumlah Kapolres

Kendala Evakuasi Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, TNI, Polri, dan Tim ERG PT Antam masih bersiaga di mulut tambang. Namun, upaya penyisiran lebih dalam ke area Level 700 dihentikan sementara karena kadar gas beracun yang masih berada di ambang batas berbahaya bagi keselamatan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, area lubang tambang ilegal tersebut telah dipasang garis polisi. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi kejadian guna menghindari paparan gas susulan.

KOMENTAR
Share berita ini :