IMG-20250821-WA0019
Reporter : Bagas | Editor : Widi Dwiyanto

BLORA, NEWSMETROPOL.id – Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh desa Jetakwanger, kecamatan Ngawen, kabupaten Blora dengan anggaran dari Dana Desa (DD) Tahap I tahun 2025 sudah selesai dilaksanakan. Pembangunan tersebut sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktifitas dan memenuhi kebutuhan dari masyarakat desa Jetakwanger.

Kepada desa (Kades) Jetakwanger, Suyono mengatakan, bahwa dengan DD yang sudah digelontorkan pemerintah, dirinya bisa membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat serta mempermudah melakukan aktivitas.

“Alhamdulillah, kita kemarin juga menganggarkan Mobil Siaga Desa sehingga bisa untuk tanggap darurat jika ada orang sakit atau ibu hamil mau melahirkan,” ungkap Suyono.

Kades menjelaskan bahwa untuk mobil siaga desa dianggarkan 260 juta dan sekarang sudah berhasil diwujudkan. Keberadaan mobil siaga memang sangat dibutuhkan, karena dalam keadaan darurat dan butuh penananganan cepat seperti orang sakit yang butuh dibawa ke rumah sakit dan ibu hamil yang mau melahirkan, maka keberadaan mobil siaga desa sangat diperlukan. Mobil siaga ini akan siap sedia selama 24 jam.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim

Dalam DD Tahap I ini juga berhasil membangun jalan paving. Lokasinya berada di Dk. Geneng, RT. 02. Nilainya 50 dengan panjang 78 meter dan lebar 3 meter. Keberadaan jalan paving ini sangat diidam-idamkan masyarakat DK. Geneng karena sangat memperlancar mobilisasi warga, dan lingkungan menjadi bersih.

Proyek infratruktur yang ketiga adalah padat karya tunai yang bisa memperkerjakan masyarakat banyak dan bisa menikmati dana desa. Masyarakat pun menyambut kegiatan ini dengan senang hati dan bisa ikut merasakan dana desa. Nilai kegiatan ini adalah 50 juta.

Selain kegiatan infratruktur tersebut, dari dana desa tahap I adalah pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan stunting. Jumlah stunting yang ada di Jetakwanger ada 5 anak, menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 7 anak. DD tahap I juga untuk memberi honor kader PKK yang bekerja di Posyandu dalam program Integrasi Layanan Publik (ILP). Pemeriksaan balita maupun lansia secara rutin dilakukan di Jetakwanger yang sudah terjadwal setiap bulannya.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim

Dalam bidang pendidikan, DD tahap I juga untuk membayar honor guru PAUD yang dikelola oleh desa. PAUD adalah layanan pendidikan tingkat awal bagi anak-anak untuk mengenal dunia pendidikan yang diharapkan ketika masuk TK dan SD, anak-anak sudah terbiasa bersekolah dan berada di dalam dunia pendidikan.

Untuk kedepannya Kades Jetakwanger memiliki harapan agar Bantuan Keuangan Provinsi dan Bantuan Keuangan Kabupaten bisa dibagi rata ke semua desa, agar tidak terkonsentrasi kepada satu atau dua desa saja.

“Kita mengharapkan agar tiap desa bisa menikmati Banpron dan Bankab agar pembangunan di desa bisa lebih merata. Biar tidak ada ketimpangan dan terjadi pemerataan, jangan terfokus pada satu atau dua desa saja,“ ujar Suyono mengakhiri penjelasannya.

KOMENTAR
Share berita ini :