IMG-20250726-WA0004
Reporter : Bagas | Editor : Widi Dwiyanto

BLORA, NEWSMETROPOL.id – Program Sanitasi Berbasis Masyarakat Sistem Pengolahan Limbah Domestik setempat (SPAL-D) Tahun Anggaran 2025 akan dinikmati oleh masyarakat Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Program yang dirancang oleh Dinas PUPR Kabupaten Blora tersebut akan dinikmati oleh 28 KK yang tersebar di wilayah Desa Botoreco.

Moh. Syaifullah, pendamping program dari Dinas PUPR menjelaskan, bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dari golongan tidak mampu agar bisa menikmati sanitasi limbah yang baik sesuai standar kesehatan.

Hal tersebut disampaikan dalam Sosialisasi tingkat desa program Sanimas SPALD-S pada hari Selasa (22/07/2025) di Balai Desa Botoreco, Kunduran.

Program ini nantinya berbentuk pembangunan jamban keluarga yang dibangun sesuai dengan standar kesehatan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Bone A Muh Salam Lilo AK Kritik Keras Pemberitaan Dinilai Manipulatif dan Menyesatkan

“Hal ini juga menghindarkan masyarakat dari pencemaran air tanah akibat pembuatan jamban yang tidak memenuhi standar kesehatan,” ungkap Syaifullah.

Selain itu, lanjut Syaifullah, juga dalam rangka mencegah terjadinya stunting. Menurut data, stunting di Botoreco berjumlah 18 orang.

Sementara itu Kepala Desa Botoreco, Sujono menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUPR yang memberikan program jambanisasi ini kepada masyarakat desa Botoreco.

“Terima kasih kepada Dinas PUPR, terlebih kepada petugas lapangan yang telah seminggu berada disini, berkeling ke seluruh dukuhan di Botoreco untuk memetakan dan bertemu langsung dengan warga calon penerima program ini,” ungkap Sujono.

Sujono menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat dari program ini berjumlah 28 orang dari 6 dukuhan. Sedang jumlah dukuhan di Botoreco sendiri ada 9.

Baca Juga:  Muscab PKB Blora Jadi Penentu Arah Kepemimpinan, Kandidat Ketua Disorot

“Umumnya penerima program jambanisasi ini adalah dari dukuhan di sekitar hutan,” jelas Sujono.

Botoreco memang merupakan desa yang paling luas di Kecamatan Kunduran. Wilayahnya membentang berbatasan dengan Sempu di utara dan Kecamatan Jati di selatan. Terdiri dari 9 dukuhan yang diantaranya masuk wilayah hutan.

Masyarakat di sekitar hutan memang dikenal memiliki pola hidup sederhana termasuk dalam hal sanitasi limbah keluarga yang diantaranya belum memenuhi standar kesehatan. Maka program bantuan jamban ini disambut baik oleh warga.

Dalam sosialilasi tersebut diikuti oleh para calon penerima manfaat program Sanimas SPALD-S dari seluruh Dukuhan yang ada di desa Botoreco. Hadir juga, Linda dari Puskesmas Sonokidul.

KOMENTAR
Share berita ini :