IMG_20240130_172626
Reporter : Efan Baitanu | Editor : Widi Dwiyanto

NUSA TENGGARA TIMUR, NEWSMETROPOL.id – Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., Senin (29/01) kemarin melakukan kunjungan perdana sebagai Kapolda ke wilayah hukum Polres Timor Tengah Selatan, Selasa (30/01/2024).

Menempatkan diri pertama dalam kegiatan ibadah bersama pembukaan sidang Majelis Klasis Kota SoE Sinode Gereja Majelis Injili Di Timor (GMIT) tepatnya di Gereja GMIT Lewi Oenasi Klasis Kota SOE.

Usai mengikuti kegiatan ibadah pembukaan sidang klasis, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., melanjutkan kunjungan ke lokasi wisata religi sumur tua tepatnya di Kampung Aman, Desa Kuatae, Kecamatan Kota SoE, tempat dimana pada tanggal 15 September 1965 silam air pada sumur tersebut berubah menjadi air anggur ketika di kala itu anggur pada tempayan-tempayan yang di siapkan untuk proses perjamuan kudus umat nasrani saat itu habis.

Baca Juga:  Dedikasi Saat Mudik Lebaran 2026, Ditlantas Polda Banten Terima Presisi Award

Selanjutnya Kapolda di dampingi Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M., dan rombongan iring-iringan mengunjugi gereja tua gereja pertama di Kota SoE sambil bersantai bersama Pendeta Yuliana Kameo dan melanjutkan kunjungi ke Pohon Beringin tua berusia 103 tahun tempat 12 wanita di Kota SoE berlutut dan berdoa dikala tahun 1965 silam.

Dalam Sambutannya Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., meminta para pendeta yang melakukan sidang klasis membantu Polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat karena tren kasus tertinggi di Kabupaten TTS Ta 2022 paling tinggi kejahatan konvensiaonal meliputi perampokan, penganiayaan, pengroyokan dan lain sebagainya.

“Serta kejahatan domestic kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya, serta tahun 2023 tren dua kejahatan tersebut meningkat,” jelasnya.

Baca Juga:  Simulasi Sispam Kota, Kesiapan Polda Banten Amankan May Day

Karena itu selaku orang Kristen pihaknya mengaja para pendeta sebagai lembaga sosial untuk membantu Polisi menekan kasus-kasus tersebut agar di tekan karena bagaimanapun Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan daerah mayoritas Kristen sehingga tidak boleh bekin malu.

Selanjutnya Kapolda Meminta agar para pendeta dalam bersidang dapat memberikan pemahaman kepada umat dan masyarakat untuk tertib dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan umum tahun 2024 agar pesta demokrasi yang berlangsung sukses karena hanya tokoh agama yang meniliki kewenangan penuh menenankan situasi yang kondusif.

Dengan demikian pihaknya mengharapkan kerjasama yang baik para pendeta agar dalam suata gembala pada prosesi persidangan klasis dapat menitip pesan.

“Terakhir saya selaku Kapolda, meminta kepada masyarakat atau umat untuk menjaga ketertiban masyarakat menjelang pemilihan umum,” tutup Kapolda Irjen Pol Daniel Tahi Monang.

KOMENTAR
Share berita ini :