Reporter : Deni Maita | Editor : Widi Dwiyanto
JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Penghuni rumah susun RW.020 yang terletak di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Komisi D, dalam acara reses pertama tahun anggaran 2024, bertempat di Palmcorner, Rabu (10/01/2024).
Warga penghuni rusun mengeluhkan kepada anggota Dewan mulai dari fasilitas hingga iuran sewa. Selain itu, sejumlah ruang kamar bocor juga di utarakan para penghuni rusun dan warga penghuni rusun juga mengkritisi kebijakan Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana (UPRS) PIK Pulogadung Asih Sumaretmi.
Syahroni, S.E., selaku anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga penghuni rusun terkait dugaan adanya pembayaran sejumlah uang sekitar Rp 3-5 juta. Namun, ia pun menjelaskan tengah menguji informasi kebenaran yang diterimanya tersebut.
“Besok saya mulai mencari informasi, saya panggil beberapa orang dari tiap rusun untuk bisa memberikan keterangan kesaksian dan bukti-bukti. Kalau ada bukti, lihat nanti apa yang saya lakukan. Orang-orang bicara 3 sampai 5 juta saya belum menguji kebenarannya,” ujarnya.
Syahroni juga menyayangkan, dalam agenda resesnya yang semula akan di laksanakan di rusun PIK Penggilingan Pulo Gadung RW.020 harus berpindah ke Palmcorner Jln Kalibuaran RT.010/RW.007, Penggilingan Pulo Gadung, Jakarta Timur, karena tidak di ijinkan oleh Kepala Unit Pengelola Rumah Rusun (UPRS) Asih Sumaretmi.
Ia mengatakan, kedatangannya ke rusun bukan karena agenda kampanye, ini memang murni yang dilakukan adalah kegiatan anggota DPRD untuk melakukan reses di rusun PIK Penggilingan Pulogadung.
Namun, pada saat yang sama perwakilan salah satu pegawai UPRS di depan warga penghuni rusun PIK Penggilingan Pulogadung tidak bisa menjelaskan lebih detail tentang keluhan mereka. Syahroni pun menyinggung tentang edaran Gubernur mengenai tata cara pembayaran rusun.
“Catat lagi wartawan itu Kepala UPRS kirim orang yang nggak ngerti. Padahal ini warga, Kepala UPRS kirim orang yang ditanya warga nggak ngerti,” kata anggota DPRD DKI Jakarta.
Sementara, Edi Suparmin selaku Ketua RW.020 di Rusun PIK Pulogadung mengatakan, bangunan rusun PIK Penggilingan ini saya kira sudah agak istimewa dibandingkan dengan rusun-rusun yang lain.
“Sudah pakai akses segala macam keamanannya sangat terjamin. Tapi secara fisik sebenarnya juga belum 100% bangunan itu bisa di tempati,” ungkapnya.
Permasalahan yang dialami penghuni rusun antara lain balkon kamar mandi masih bocor. Edi pun telah melaporkan keluhan tersebut kepada pengelola. Namun, dijelaskan oleh pengelola permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kontraktor.
Edi menambahkan, terkait dengan bapak anggota dewan ini mau ada kegiatan di rusun saya tidak tahu persis, mungkin dari pihaknya Pak Syahroni kurang berkomunikasi dengan pihak UPRS jadi mohon maaf ya saya harus luruskan jangan sampai jadi polemik.
“Ini juga harus dipahami, saya tidak akan berpihak kepada Pak dewan atau UPRS, karena sifatnya semua adalah mitra kami, Pak Dewan adalah aspirasi warga kami untuk ditindaklanjuti sedangkan UPRS adalah mitra kami yang mengelola rumah susun,” ucapnya.
