Tahanan

17 tahanan Polres Malang, Jawa Timur (Jatim) yang kabur.

Malang, Metropol – Sebanyak 17 tahanan Polres Malang, Jawa Timur (Jatim) kabur pada dini hari, Rabu (19/4).

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan., mengatakan, belum bisa memastikan kaburnya 17 tahanan yang memanfaatkan kelalaian penjaga ketika menonton sepak bola.

“Ini dikarenakan, semua petugas masih dalam pemeriksaan Propam dan Irwasda Polda Jatim,” katanya.

Lanjutnya menjelaskan, sesuai SOP penjagaan tahanan harus dilakukan pemeriksaan tahanan dan pengecekan jumlah tahanan setiap dua jam sekali. Untuk itu, apakah ketika tahanan kabur petugas penjagaan tahanan sudah melakukan tugas sesuai SOP atau tidak. Atau mungkin ditinggal untuk keperluan lain.

Yade juga menceritakan, mereka menggergaji terali besi di langit-langit kamar mandi dan melenggang ke luar tahanan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00. Petugas jaga baru mengetahui tahanan kabur 2,5 jam berikutnya atau pada pukul 03.30.

Sebanyak 12 tahanan yang kabur terjerat kasus narkoba. Yakni, Khusnul Muhajir, 26; Bendot, 37; Tomi Aji Saputra, 20; Fahrul Agus Mustofa, 36; Abdur Rohman, 29; Ali Wava, 40; Kharisma Ramdhani, 25; M. Faris, 24; Rusdy Adi, 27; Slamet Arifin, 30; Suwiyadi, 41; dan M. Nawir, 36. 5 tahanan lainnya terlibat kasus kriminal umum. Mereka adalah Edi Mustofa, 32; Burhanuddin, 27; Iwan Junaidi, 41; Ahmad Naimul Khafidin, 22; dan Noer Hadi, 34.

Baca Juga:  Densus 88 AT Polri dan Pemkot Cilegon Perkuat Benteng Kebangsaan Cegah Radikalisme Sejak Dini

Sebagian besar tahanan itu adalah warga Malang. Bahkan, kata dia. Ketika satu per satu tahanan melompat dari atap kamar mandi, keduanya tidak mengetahui. Karena itu, 17 tahanan tersebut begitu leluasa melarikan diri ke belakang Mapolres Malang menuju Desa Dilem, Kepanjen, dengan melewati sungai dan ladang. Mereka terbantu adanya generator AC di belakang kamar mandi untuk pijakan sebelum terjun setinggi 2 meter.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin turun langsung ke Polres Malang. Selama sejam, dia berkeliling di halaman polres. Dia berfokus mengecek setiap ruang tahanan.

Menurut Machfud, ada delapan ruang tahanan di Polres Malang yang dihuni 86 tahanan pria dan 16 tahanan perempuan. Ruang tahanan di Polres Malang overcapacity alias kelebihan penghuni. Idealnya hanya ada 60 tahanan, tapi ternyata dihuni sekitar 100 tahanan.

Baca Juga:  Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Polda Banten Berganti

Machfud meminta pemasangan CCTV yang memadai untuk memantau kondisi sel. Hanya ada dua opsi yang diberikan menyerahkan diri atau ditembak. berharap, secara persuasif mereka menyerahkan diri. Jika tidak, mohon maaf, dalam proses penangkapan, barangkali ada tindakan keras yang akan dilakukan.

Diceritakan Machfud, saat kejadian, dua petugas jaga asyik menonton pertandingan sepak bola Liga Champions antara Real Madrid melawan Bayern Muenchen di televisi. Mereka adalah ED dan WY. Jarak antara tempat petugas jaga menonton TV dengan sel tidak lebih dari 10 meter. Saking asyiknya di depan layar televisi, ED dan WY tidak mendengar ketika 17 tahanan menggergaji terali besi.

“Diminta agar para tahanan menyerahkan diri tidak lebih dari 24 jam. Jika lewat, polisi tidak bisa menjamin penangkapan dilakukan secara baik-baik. Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang, petugas jaga ditambah menjadi enam. Dua orang menjaga tahanan, sedangkan lainnya piket di titik lain,” kata Machfud

(IP)

KOMENTAR
Share berita ini :