Pembantu Deputi Urusan Kontijensi Nasional Setjen Wantannas, Marsekal Pertama TNI Deri Pemba Syafar, MM (kanan) saat ditemui Tim Metropol di Nunukan.
Nunukan, Metropol – Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) memandang kehadiran PKS PT Sempurna Sejahtera di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan merupakan Obyek Vital Nasional.
“Inikan proyek strategis, sebagai obyek vital nasional, makanya pemerintah harus hadir,” ujar Pembantu Deputi Urusan Kontijensi Nasional Setjen Wantannas, Marsekal Pertama TNI Deri Pemba Syafar, MM kepada Metropol saat ditemui di Nunukan, Rabu (19/4).
Pihaknya menilai, kehadiran Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sempurna Sejahtera memiliki peran yang sangat strategis dalam memberdayakan sumber daya alam lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka meningkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional khususnya kelapa sawit.
Olehnya itu, pihaknya mendorong agar pemerintah dapat mempermudah urusan administrasi Perusahaan Sawit tersebut yang notabene 100 persen adalah PMDN.
“Rata-rata regulasinya kan sudah ditarik pemerintah pusat sesuai Undang-Undang nomor 23 tahun 2014. Jadi kami akan sampaikan ke kementeriannya, Dirjen Perkebunan, Dirjen Agraria, ayo tetbitkan dong suratnya,” ujar Marsekal Bintang Satu itu.
Deri Pemba Syafar juga menuturkan, kehadiran PT Sempurna Sejahtera untuk menanamkan investasinya di Perbatasan Indonesia-Malaysia, atas undangan pemerintah bukan kemauan perusahaan tersebut.
Hal itu dimaksudkan, untuk menampung Tenaga Kerja Indonesia yang pulang atau pun yang dideportasi untuk bekerja di perusahaan itu.
“Orang-orang ini datang bukan kemauan dia tetapi karena pemerintah, untuk apa, untuk TKI yang pulang untuk ditampung bekerja di sini,” terangnya.
Pihaknya juga mengapreseasi langkah PT Sempurna Sejahtera yang mau berinvestasi di pulau kecil seperti Pulau Sebatik, karena hal itu merupakan salah satu tindakan nyata menjaga ekosistem hutan di Indonesia.
“Kalau perlu di Kalimantan, kelapa sawit hanya di pulau kecil, di pulau besar itu biarkan di hutan agar anak cucu kita bisa melihat hutan nanti,” pungkasnya.
(Tim Metropol)
