IMG-20240104-WA0014
Penulis : Deni Maita | Editor : Widi Dwiyanto

JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Ketua PN Jaktim Marliyus Marley, S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dan studi banding ke Negara Australia, Kamis (04/01/2024)

Kunjungan kerja ini atas perintah surat tugas dari Ditjen Badilum yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari, dari tanggal 20-27 Desember 2023.

Dalam kunjungan kerja tersebut terdapat beberapa anggota dan Tim peninjauan dan salah satunya Ketua PN Jaktim Marliyus Marley, S.H., M.H.

Kunker hari pertama dan kedua anggota dan Tim peninjauan mengunjungi kantor Mahkamah Agung dan kantor Kejaksaan Agung Australia. Disana anggota dan Tim meninjau sarana dan prasarananya yang ada.

Anggota dan Tim peninjauan juga berkunjung ke Children’s Court of Western Australia (Pengadilan Anak Australia Barat), Seminar disabilitas di University Western Australia dan berkesempatan mengunjungi penjara Fremantle Australia yang sudah di tutup tahun 1991 dan telah menjadi museum.

Saat di temui NEWSMETROPOL.id pada Rabu (03/01/2024) kemarin di ruangan kerjanya, Ketua PN Jaktim Marliyus Marley, S.H., M.H., mengatakan hal yang di peroleh dari kunker di Australia adalah peningkatan secara optimal hak anak, hak perempuan dan hak penyandang disabilitas dalam memperoleh keadilan, dan itu juga sejalan dengan agenda dari Mahkamah Agung RI dan Badilum.

“Sehingga sesuai dengan tujuan tersebut kita sudah melihat advokasi hak-hak anak dan penyandang disabilitas di Australia. Semua sudah mengunakan informasi tekhnologi, hal yang sama juga sudah berlaku di Indonesia sudah menerapkan E-court dan E- litigasi,” ujarnya

“Kemudian terhadap penanganan pasca putusan seperti di Indonesia, di lapas anak Australia kita meninjau bagaimana perkembangan anak terhadap hasil putusan tersebut dan setelahnya,” tambahnya.

“Untuk pelayanan peradilan di Australia sangat baik terhadap korban maupun pelaku, karena sudah menjunjung tinggi hak azasi manusia, tetapi kami tidak tahu prosedur berkas karena memang kami tidak melihat persidangan hanya meninjau saja,” tegas Marley.

“Dalam hal ini dapat kita tarik kesimpulan untuk kita terapkan kedisiplinan dari aparat disana dengan tata kerja yang rapi dan rasa tanggung jawab serta kebanggaan terhadap pekerjaan tersebut, secara umum yang kami lihat disana semua orang yang bekerja menggunakan hati dengan tulus untuk pelayanannya,” paparnya.

Marliyus berharap, bisa menerapkan tata kerja yang baik dari seluruh aparat tentunya, baik dari pimpinan sampai bawahan untuk bersama-sama membuat pelayanan yang terbaik untuk para pencari keadilan dan pengunjung.

“Inshaa Allah Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas IA Khusus bisa menjadi lebih baik dan seluruh masyarakat meningkat kepercayaannya terhadap pelayanan yang ada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” tutup Marliyus.

KOMENTAR
Share berita ini :