Reporter : Efan Baitanu | Editor : Widi Dwiyanto
TIMOR TENGAH SELATAN, NEWSMETROPOL.id – Susurih hutan, gunung dan lembah, Selasa kemarin ( 05/09) Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhyangkari Cabang TTS Ny. Aye Putu Suka Arsa bergerak cepat mengunjungi lokasi korban bencanabencana gempa, Rabu (06/09/2023).
Gempa Magnitudo berkekuatan 6,1 Skala Richter diatas ketinggian darat 75 meter yang menghancurkan gedung SD Inpres Nefolilah di Desa Noebesi, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, tanggal 31 Agustus 2023 sekira pukul 18:45 WITA lalu.
Kepada wartawan Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., menjelaskan, bahwa bertepatan perayaan HKGB ke-71 tahun 2023 pihaknya didampingi Ketua Bhyangkari memiliki kepedulian yang sangat tinggi untuk menempuh lika-liku perjalanan yang sulit dijangkau dan melelahkan.
“4 jam perjalanan untuk menemui para korban bencana gempa bumi magnitudo yang menghancurkan gedung SD Inpres Nefolilah, sekalian memberikan sedikit bantuan berupa material semen, besi beton dan pakaian bagi anak-anak dari apa yang kami miliki,” jelas Kapolres Gusti.
“Sepanjang sejarah hidup pihaknya baru menemui medan perjalanan yang sunggu menyulitkan, gunung terjal dan jalan tanah. Namun kami nekad bersama ibu untuk tiba di lokasi bencana karena bagaimanapun para korban adalah Warga Negara Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa 50 sak semen, beberapa staf besi beton untuk keperluan pembangunan gedung yang mengalami patahan dan retak akibat guncangan gempa, pakaian seragam untuk siswa-siswi mulai dari sepatu, pakaian, hingga topi dan dasi. Termasuk sejumlah paket makanan dan minuman seperti susu dan biskuit bagi anak-anak.
“Medan tempuh lokasi bencana cukup menantang, termasuk memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan, namun pihaknya tak menggubris situasi dan kondisi apapun. kesulitan perjalanan yang ditempuh pihaknya tetap nekad bersama istri untuk tiba dilokasi demi melihat kondisi anak bangsa yang belum dijangkau pemerintah,” tutup Kapolres Gusti.
Pantauan Wartawan Kapolres TTS dan Rombongan keluar dari Kota SoE Selasa (05/09) kemarin sekira pukul 09:30 WITA, tiba di lokasi bencana pukul 12:45 WITA.
Rombongan langsung disambut meriah siswa-siswi SD Inpres Nefolilah dengan iringan tarian tradisional menari giring-giring perang, selanjutnya Kapolres dan Ibu Ketua Bhyangkari langsung menyerahkan bantuan material bangunan dan pakaian kepada siswa-siswi SD Inpres Nefolilah.

