Penulis : Kontributor Elyas | Editor : Widi Dwiyanto
BANGKALAN, NEWSMETROPOL.id – Giat tanggap bencana kekeringan, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sepulu melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melaksanakan suplai air bersih di desa-desa Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.
Pengurus MWC NU Kecamatan Sepulu bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bangkalan, PMI Kabupaten Bangkalan dan DPD JPKP Kabupaten Bangkalan.
Desa-desa terdampak kekeringan diantaranya Desa Kelbung, Desa Gunelap, Desa Bangsereh, Desa Klapayan, Desa Saplasah, dan Desa Gangseyan di Kecamatan Sepulu.
Kegiatan suplai air bersih yang dilakukan oleh Ranting NU Desa Saplasah rupanya menggugah antusiasme Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo Mantan Gubernur Jawa Timur periode 1998-2003 dan 2003-2008 sehingga turut hadir langsung turun ke Desa Saplasah melaksanakan suplai air bersih di wilayah Kecamatan Sepulu, Selasa (29/08/2023).
Imam Utomo didampingi Ketua PMI Kabupaten Bangkalan Saad Asj’ari, MM., serta Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Geger Hery Susianto serta jajaran Muspika Kecamatan Sepulu, seperti Camat Sepulu Abdul Hadi, SE., dan jajaran Pengurus MWC NU Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.
Tampak hadir KH. Sifaus Sudur Fasya Rois Syuriyah MWC NU Sepulu, Kiai Maksum An Nasith Katib MWC NU Sepulu, Ustadz Mahmudi, S.PdI., Wakil Katib Ustadz Abdul Fatah, S.PdI., Ketua MWC NU Sepulu Abdul Wahid, Wakil Ketua MWC NU Ahmad Syahinuddin, Wakil Ketua MWC NU Sepulu Ustadz Zainul Abidin, M.PdI., Bendahara MWC NU Sepulu Ustadz Samsul Arifin, SE., Wakil Sekretaris MWC NU Sepulu Ustadz As’yari, S.Pd., Ketua NU Ranting Saplasah dan Ustadz Moh. Rizal, SE., Ketua LPBI NU Kecamatan Sepulu.
Dalam kesempatan tersebut Imam Utomo menyampaikan, bahwa perlu adanya penambahan armada tangki untuk Kabupaten Bangkalan, walaupun sejak 08 Agustus 2023 armada tangki PMI Jatim yang berkapasitas 5000 liter sudah dipinjamkan ke Kabupaten Bangkalan, namun melihat kondisi di lapangan diperlukan kembali penambahan armada agar lebih optimal dan lebih cepat untuk menjangkau masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Adapun operasionalnya nanti akan ditentukan BPBD setempat,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Ketua PMI Jatim tersebut, Ustadz Abdul Fatah, S.PdI., selaku Ketua MWC NU Sepulu merasa bersyukur ibarat bak gayung bersambut.
Menurutnya, dampak kekeringan ini luar biasa, untuk mencukupi sarana air bersih, warga harus merogoh kantong ratusan ribu sekedar beli air satu tangki.
“Alhamdulillah ada harapan kedepan untuk kebutuhan air bersih bagi warga, karena diantara desa-desa terdampak kekeringan Desa Saplasah adalah desa terparah dampaknya, dibandingkan desa terdampak lainnya. Sudah lebih satu minggu sumber-sumber air di desa ini mengering,” katanya.
Adapun Ketua PMI Bangkalan Saad Asj’ari, MM., dalam pernyataannya siap memenuhi arahan Ketua PMI Jatim Imam Utomo seperti halnya agar PMI Bangkalan mengupayakan optimalisasi sumber-sumber mata air terdekat.
“Kami siap survey dan hasilnya akan kami laporkan untuk ditindaklanjuti, misal keberadaan sumur bor di kampung pengungsi ex sambas Desa Kelbung ini, yang tidak optimal kita cek, jika memang pompanya yang bermasalah atau rusak, kita angkat dan akan kita upayakan ganti supaya ketersediaan air bersih terjamin,” pungkasnya.
