Reporter : Harun Suprihat | Editor : Widi Dwiyanto
CILEGON, NEWSMETROPOL.id – Satreskrim dan Satsamapta Polres Cilegon Polda Banten telah mengamankan 2 orang remaja FR (17) dan FH (17) yang hendak tauran dengan membawa senjata tajam jenis celurit, Senin (28/08/2023).
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro melalui Kanit Tipidter IPTU Yogi Fahrisal pada saat press conference membenarkan hal tersebut.
Kejadian bermula pada Minggu (27/08) sekitar jam 02.30 WIB dinihari di depan kantor pengadilan agama Cilegon, Komplek Perkantoran Sukmajaya, Jalan Ahmad Yani Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, pada saat tim Jawara sedang melaksanakan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD.
Kemudian melihat adanya segerombolan anak-anak remaja yang sedang nongkrong sedang berkumpul di depan kantor Agama Kota Cirebon karna merasa curiga tim jawara tersebut mendekati anak-anak remaja tersebut dan ada salah satu kendaraan Yamaha Xeon Nopo A 3321 VS warna biru yang yang dikendarai oleh FR (17) dan FH (17) terlihat sedang menyembunyikan senjata tajam jenis celurit diduduki oleh FR dan FH.
“BRIGPOL Gunawan Putra Rahman langsung memegang badan FRS dan FRH kemudian dua orang tersebut diamankan oleh pihak kepolisian beserta dua senjata tajam jenis Celurit dan satu unit sepeda motor merek Yamaha Xeon berwarna biru Nopol : A-3321-VS,” ungkap Yogi.
Diketahui geng motor tersebut bernama Cilegon Santai yang beranggotakan 30 orang dengan melawan kelompok Merak Ico.
“Tawuran tersebut dilakukan di daerah Grogol namun tawuran tersebut belum terjadi dikarenakan pada saat diamankan para pelaku anak-anak masih mempersiapkan diri untuk berangkat ke lokasi tawuran,” tambah Yogi.
“Barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna biru dengan Nopol : A-3321-VS, satu bilah celurit dengan ciri-ciri panjang celurit 45 cm mempunyai gagang yang dibungkus kain hitam dan satu bilah curit dengan ciri-ciri panjang celurit 60 5 cm tidak mempunyai gagang, pelaku FR dan FS saat ini tidak menjalani penahanan dikarenakan masih meneruskan sekolah dan barang bukti dalam perkara tersebut telah dilakukan penyitaan namun proses hukum masih berjalan,” jelas Yogi.
“Ke dua pelaku dapat dipersangkaan dengan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam, senjata api dan bahan peledak tanpa izin, proses pemidanaan sesuai ketentuan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” tutur Yogi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat atau orang tua yang memiliki putra dan putrinya untuk bersama-sama menjaga dan menghimbau anak-anaknya jangan sampai ikut tawuran apalagi menjadi gerombolan anak berandal jalanan,” ungkapnya.
“Apabila masyarakat Kota Cilegon menemukan terjadinya tindak pidana segera melaporkan ke Call Center Polres Cilegon 110 atau melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat,” tutup Yogi.
