Perangi Ilegal Fishing

Kiri kekanan Paspotmar Lanal Kendari Mayor Laut (KH) Muhamad Slamet, Kepala DKP Butur Ir. Budiarti  Kadiaa, M.Si, Kabid Pengawasan dan Peningkatan Daya Saing Anas Ojidopo dan Satf Potmar Lanal Kendari Lettu Laut (E0) Mahumd Abu.

Kendari, Metropol – Kepala DKP Kabupaten Butur Ir.Budianti Kadidaa, Msi mengatakan wilayah perairan Kabupaten Butur belum sepenuhnya bebas dari aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Kata dia, yang lebih memiriskan lagi karena  aktifitas ilegal fishing tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Butur melainkan masyarakat dari luar Butur.

“Yang datang membom ikan itu justru masyarakat dari Saponda (Warga Kabupaten Konawe red), hanya saja para pembom itu ada kerja samanya dengan masyarakat di Butur,” ujar Budianti kepada Metropol di Mako Lanal Kendari, Selasa (14/3) kemarin.

Oleh karenanya, selama ini pihaknya  selalu memberikan sosialisasi dan  pembinaan kepada mayarakat nelayan  agar dalam mencari ikan tidak menggunakan  alat yang dapat merusak lingkungan.

“Kita selalu memberikan pembinaan dan sosialisasi termasuk mensosialisasikan melalui pemasangan spanduk ataupun baliho,” katanya lagi.

Baca Juga:  Kades Jimbe : Bersih Desa Jadi Momentum Wujudkan Desa Hebat

Lanjut Budianti, untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaku ilegal fishing, pihaknya akan mengoptimalkan peran serta masyarakat ataupun nelayan dengan memfasilitasi pengadaan alat komunikasi kepada kelompok-kelompok nelayan yang telah menjadi binaan dari DKP Kabupaten Butur.

“Kami akan memberdayakan  agar memudahkan pengawasan, kelompok nelayan kami fasilitasi  hand talky,” ujarnya.

Kata dia, tujuan dari pengadaan fasilitas komunikasi tersebut agar jika terjadi kegiatan ilegal fishing di sekitar mereka, para nelayan dapat maka bisa langsung menghubungi pihaknya gunaa melaporkan kegiatan ilegal fishing tersebut. Budianti juga mengatakan selain langkah persuasif tersebut, pihaknya juga akan melakukan tindakan  tegas terhadap nelayan-nelayan nakal.

“Kami tidak akan kompromi dengan nelayan ataupun masyarakat yang bandel, yang tidak menghiraukan himbauan-himbauan kami,” ujarnya.

Langkah tegas tersebut akan diambil oleh pihaknya dengan maksud untuk memberikan psikoterapi bagi masyarakat agar tidak melakukan kegiatan ilegal fishing.

Dia menambahkan, untuk mendukung langkah tegas ini pihaknya akan menggandeng Lanal Kendari dan Ditpolair Polda Sultra.

“Tapi sebelumnya, bersama Lanal Kendari dan Polair, kami akan memberikan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Lantik 192 Pejabat, Bupati Lebak Minta ASN Kerja Bersih dan Profesional

Sementara itu, Perwira Seksi Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Kendari Mayor Laut (KH) Muhamad Slamet, S. Ag. mengatakan, pihaknya sangat mengapreseasi langkah DKP Kabupaten Butur yang menggandeng Lanal Kendari dalam memberikan sosialisasi pencegahan penggunaan bahan berbahaya dalam aktivitas penangkapan ikan.

Kata dia, sebagai mitra kerja di sektor kelautan kerjasama dan sinergitas dalam pembangunan daerah mutlak dilakukan dan ditingkatkan.

“Kami siap mendukung DKP Butur dalam mencegah  nelayan dari tindakan perusakan biota laut ataupun lingkungan laut. Apalagi akibat maraknya penangkapan ikan secara tidak benar dengan menggunakan handak ataupun potas,” ujar Mayor Slamet.

Menurut Paspotmar Lanal Kendari, tindakan ilegal fishing pasti akan merusak biota laut sehingga kedepannya akan menyusahkan generasi selanjutnya  dalam mencari ikan.

Dia berharap, langkah persuasif yang diambil oleh DKP Butur dapat diterima baik oleh masyarakat, Sehingga  Sumberdaya Perikanan yang ada di Kabupaten Butur tetap terjaga demi  kesejehtareaan masyarakat Kabupaten Butur itu sendiri.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :