IMG-20230625-WA0005

Reporter : Efan Baitanu | Editor : Widi Dwiyanto

NTT, NEWSMETROPOL.id – DT (56) warga RT 010/RW 005 Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur, sekira pukul 18:00 Wita magrib tadi di temukan tewas gantung diri menggunakan tali nilon di pintu kamar belakang rumah oleh Istrinya EL (57), Minggu (25/06/2023).

Kapolres TTS Polda Nusa Tenggara Timur AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIk., MHum., melalui Kasat Reskrim Iptu Joel Ndolu, SH., MHum., menguraikan kronologis kematian korban DT (56) bahwa sebelumnya, Minggu (25/06/2023) sekira pukul 15:00 Wita korban disuruh istrinya EL (57) meminum obat untuk diagnosa gangguan jiwa yang dideritanya selama ini yakni obat yang di kasih dokter jiwa.

Baca Juga:  Edarkan Tramadol dan Hexymer Tanpa Izin Edar, Sat Resnarkoba Polres Lebak berhasil Amankan Dua Pelaku

“Pada saat korban di suruh istrinya untuk minum obat, korban tidak mau dan menolak minum obat sehingga istrinya EL (57) keluar dari rumah, setelah kembali ke rumah saksi yang adalah istri korban mendapati korban sudang meninggal dunia posisi tergantung pada pintu kamar belakang dapur rumah,” tambahnya.

“Itu sebabnya saksi istri korban histeris berteriak meminta tolong sehingga saksi 2 Bripda Alexandros Wekego langsung menuju ke TKP mendapati korban berasa dalam posisi berlutut tepatnya pada pintu kamar belakang rumah, sehingga saksi langsung melaporkan kejadian naas tersebut ke Polres TTS,” lanjut Kasat Joel.

“Dengan demikian berdasarkan hasil olah TKP serta indentifikasi jasad korban dan hasil interogasi dua orang saksi dapat disimpulkan bahwa korban diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon warna biru, kemudian korban menaiki kursi warnah merah lalu korban melompat posisi berlutut sehingga leher korban terjerat hingga meninggal dunia,” jelas Kasata Joel.

“Motif gantung diri diduga korban meninggal dunia akibat depresi karena korban menderita gangguan jiwa semenjak lebih dari 2 tahun dan sempat berobat di rumah sakit jiwa Naimata Kupang karena korban disuruh minum obat terus menerus maka korban depresi kemudian melakukan tindakan bunuh diri,” tutup Kasat Joel Ndolu.

KOMENTAR
Share berita ini :