Penulis : Jamal Hengki | Editor : Febry Ferdyan
MAKASSAR, newsmetropol.id – Adanya Penemuan mayat wanita Parubaya di jalan Dr Ratulangi 1 Tepatnya disalah satu rumah kost samping panti asuhan Hikmah Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (01/11/2022).
Dikarenakan adanya laporan sipelik rumah Arwan Umar ditemani salah satu tokoh masyarakat untuk mendatangi Kantor Polisi Polsek Mamajang, guna melakukan pelaporan,
Dengan cepat satuan anggota dari Polsek Mamajang mendatangi Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) setelah menerima laporan dari sipemilik rumah di Jalan Dr. Samratulangi Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang.
BACA JUGA : Komandan Lantamal VI Hadiri Peresmian Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar
BACA JUGA : Wakili Gubernur, Amson Padolo Lepas Kontingen Pesparani Sulsel Berlomba di Kupang
Diketahui nama wanita paruh baya tersebut Maria usia kurang lebih 50 tahun berasal dari Timor-Leste, Maria tinggal di Jalan Dr. Sam Rtulangi 1, RT. 01 RW. 01, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang kurang lebih setahunan, karena dekat dari tempat ia bekerja yang dimana maria bekerja di kampus UMI jalan kakatua.
Hingga saat ini jenazah wanita paruh baya tersebut masih berada di dalam rumah tempat ia kost dan belum diketahui persis motif kematian,
Menerut informasi dari warga setempat Maria ini terakhir dilihat waktu hari Jumat pagi,
Namun pemilik kost tiba-tiba mencium bau tak sedap di kamar Maria pada hari Selasa tanggal 01 November 2022 sekitar pukul 19:30 WITA.
“Pemilik kost enggan mau membuka pintu kamarnya dikarenakan merasa takut nanti ada apa apanya pak, makanya dia (pemilik kost) mengambil langkah cepat untuk ke Polsek Mamajang didampingi salah satu tokoh masyarakat untuk melaporkan terkait adanya mayat di rumah kost saya,” ungkap warga tersebut.
Sembari menunggu tim INAFIS dari Polrestabes Makassar untuk melakukan olah TKP, beberapa menit setelah dinantikan akhirnya para tim INAFIS dari Polrestabes Makassar datang menghampiri jenazah wanita paruh baya tersenut, selanjutnya untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan autopsi untuk mengatahui motif meninggalnya Maria.
