IMG-20220817-WA0021

Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Pertahankan ciri khas pakaian adat Mollo yang bercorak merah putih Camat Nunbena To Yusmin T. Oematan, S.Tp., bersama para Kepala Desa (Kades) setempat menggelar upacara bendera mengunakan pakaian adat motif Mollo merah putih di daerah yang terpencil berbatasan dengan Kabupaten Kupang, Rabu (16/08/2022).

Camat Nunbena Kab. TTS To.Yusmin T. Oematan, S.Tp., menjelaskan, bahwa berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-77 di Kecamatan Nunbena telah dilakukan sejak pembukaan kegiatan pada tanggal 09 agustus 2022 lalu.

Kegiatan perlombaan yang dilombakan itu diantaranya lomba pentas seni budaya dari SD, SMP, SMA/SMK dan masyarakat umum se-Kecamatan Nunbena di 6 desa dengan menggunakan pakaian adat Mollo merah putih, lomba tarian ma ekat tarian gong dengan melilit giring-giring, lomba tarian bilut menerima tamu, lomba fashion show bagi siswa-siswi SD dan SMP, lomba tarik tambang, lomba Volly Putra-putri bagi SMP, SMA dan masyarakat umum, lomba pidato tradisional basan bagi siswa-siswi SD, lomba paduan suara lagu kebangsaan bagi siwa-siwi SD se-Kecamatan Nunbena.

Baca Juga:  Anggota DPRD Bone A Muh Salam Lilo AK Kritik Keras Pemberitaan Dinilai Manipulatif dan Menyesatkan

BACA JUGA : Peringati HUT RI ke-77, Rutan Kelas II B SoE Beri Remisi Bagi 190 Warga Binaan

BACA JUGA : Peringati HUT RI ke-77, Rutan Kelas II B SoE Beri Remisi Bagi 190 Warga Binaan

Dikatakannya bahwa ada satu perlombaan yang sangat unik dalam rangka mempromosikan adat dan tradisi orang Mollo khusus wilayah Kefetoran Nunbena yang tampak hampir punah bahkan dilupakan oleh warga Nunbena adalah lomba meramu dan memasak makanan tradisional jagung katemak, jagung bose, air bilah hutan, ubi dengan menggunakan alat-alat tradisional periuk tanah liat, piring dari buah kom yang nama tradisinya fane sendok, centong sup dan sendok nasi dari tempurung kelapa, gagang dari bambu serta gelas dan ceret dari bambu yang nama tradisi Timor (Tiba dan Tuke).

“Proses lomba mulai dari cara meramu hingga siap dihidangkan bagi tamu terhormat di atas meja yang terbuat dari bambu dan kaki dari kayu, serta untuk lauk dari sayur mayur sekitar pekarangan rumah, luat atau lawar, daging sei yang tidak digoreng tetapi dibakar dan langsung dinikmati bagi seisi rumah atau tamu istimewa yang datang ke rumah,” jelas Camat To Oematan.

Baca Juga:  Kades Jimbe : Bersih Desa Jadi Momentum Wujudkan Desa Hebat

Camat To Oematan mengatakan, tujuan perlombaan memasak dan meramu makanan tradisional agar generasi muda tetap menpertahankan tradisi dan budaya orang suku Mollo khususnya di wilayah Kefetoran Nunbena untuk tetap lestari dan tidak mudah di lupakan oleh generasi muda zaman globalisasi saat ini.

“Itu sebabnya agar suasana perlombaan bercorak tradisi budaya Nunbena dari awal pembukaan sampai penutupan, saya menginstruksikan agar seluruh kepala desa, masyarakat dan para siswa-siswi saat mengikuti upacara bendera HUT RI ke-77 wajib mengenakan pakaian adat Mollo dengan warna dan corak merah putih, sehingga semua peserta upacara serempat mengenakan pakaian adat suku Mollo,” tutup Camat To Oematan.

KOMENTAR
Share berita ini :