Bantaeng, Metropol – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Bantaeng, kini dipertanyakan warga setempat.

Pasalnya, sudah menjelang 3 (tiga) tahun, gedung balai tersebut belum juga digunakan, padahal Kepala Dinas Sosial dan Ketanaga kerjaan Kabupaten Bantaeng, Syahrul Bayang, SP. (13/10/2014), telah berkomentar bahwa “ target tahun 2015 Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantaeng akan dioperasionalkan”, katanya kepada Metropol ketika ditemui di ruang kerjanya saat itu.

Namun, sampai memasuki tahun 2016, belum juga menunjukkan adanya tanda-tanda kegiatan pelatihan. Inilah, yang membuat sebagian warga Kabupaten Bantaeng bertanya-tanya, kapan Balai Latihan Kerja menerima siswa untuk mendidik tenaga trampil, kapan dan dimana tempat pendaftaran kalau ingin menjadi siswa.

Syahrul Bayang sendiri, saat ditemui Metropol, dengan wajah optimis menggembor-gemborkan, BLK pasti dioperasikan tahun 2015, bahkan dengan penuh semangat, mengatakan “nantinya di Balai Latihan Kerja (BLK), akan dibangunkan fasilitas seperti gedung workshop tata boga dan workshop wisata, serta gedung rancangan penelitian tenaga kerja”.

Lanjut, Syahrul Bayang, mengatakan pula, “bahwa nanti BLK akan menerima dan membina sebanyak 1500 orang tenaga trampil yang siap dipekerjakan, dan itu akan terealisasi tahun 2015,”

Tapi kenyataan dilapangan, Gedung Balai Latihan Kerja yang memakan anggaran puluhan milyar, dimana anggaran tahap ke 2(dua) saja, yang menelan biaya APBN sebesar Rp. 13.013.133.000,-, sudah memasuki tahun 2016, belum nampak adanya kegiatan, padahal sudah disiapkan lahan seluas 15 ha dari pemerintah dalam bentuk hibah.

Lalu, apa tindakan Kadis Sosial dan Ketenaga kerjaan, serta sikap dalam menjawab tantangan warga mengenai komentarnya terhadap keberadaan Balai Latihan Kerja di Bantaeng, dapatkah memberi jawaban pasti serta merealisasikan konsep yang telah dikomentarkan. Jawabnya, mari kita pantau bersama.

(Jalal Maulana)

KOMENTAR
Share berita ini :