20210325_091326

Blitar, NewsMetropol – Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd membuka secara resmi kegiatan Jagongan Pembauran Kebangsaan di Perpustakaan Nasional Bung Karno, Kota Blitar, pada Rabu (24/3).

Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd mengatakan, kegiatan Jagongan Kebangsaan Aktualitasasi Nilai Nilai Pancasila bagi Pemuda Milenial (yang muda bicara Pancasila) yang dilaksanakan bersama UPT Perpustakaan Bung Karno, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Blitar, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kota Blitar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila.

“Menguatkan agar semua masyarakat memiliki solidaritas antar sesama anak Bangsa Indonesia,” kata Wali Kota Blitar dalam sambutannya.

Santoso melanjutkan, bahwa dalam masa Pandemi Covid-19 ini juga sangat diperlukan adanya nilai-nilai kebangsaan sekarang sudah saatnya kaum millenial angkat bicara tentang Pancasila.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Saling menguatkan kebersamaan kita untuk menjaga nilai nilai pancasila apalagi dalam masa mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, kata Wali Kota Santoso, pada dialog yang terdiri dari Etnis, Tiongha, Arab, Suku Jawa, Batak, Padang, Sunda, Bali, Madura, Papua, Kalimantan dan Sulawesi diharapkan akan semakin mengokohkan persatuan.

“Utamanya menjalin kebersamaan dan kerukunan masyarakat di Kota Blitar yang saat ini sudah sangat baik,” ungkapnya.

Wali Kota Santoso mengapresiasi kegiatan ini, karena di tengah Bangsa ini menghadapi Pandemi Covid-19 masih bisa menyelenggarakan Dialog Pembauran Kebangsaan.

Kata dia, saat ini banyak ujian yang harus dihadapi negara ini. Apalagi Negara Indonesia terdiri dari berbagai etnis dan suku, namun masih mampu menangkal segala macam hambatan, tantangan dan ancaman terhadap eksistensi NKRI.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Oleh karena itu ajaran Bung Karno yang menggali pancasila menjadi modal membangun sinergitas kebersamaan, dan Pancasila adalah menjadi dasar negara yang sudah tidak bisa diotak atik dan sudah harga mati,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam Dialog Pembauran Kebangsaan, selain Wali Kota Santoso, hadir pula narasumber dari FPK, diantaranya pak Budi kastowo dan ibuk lumatus Sanayah.

(IP)

KOMENTAR
Share berita ini :