Lumajang, Metropol – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Lumajang, Kamis (22/1) siang, dilantik oleh Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf di Pendopo Lumajang. H. Sanan yang sudah habis masa jabatannya digantikan oleh Suharso, Kepala Desa (Kades) Kebon Agung.

“Saya berharap kepada para Kepala Desa bisa satu barisan dengan Camat, Kepala Daerah, Gubernur dan Presiden dalam melakukan pembangunan,” ujar Wagub dihadapan seluruh Kepala Desa se-Lumajang.

Wagub juga menyarankan agar Pemerintah Daerah dan Kepala Desa melakukan MoU dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam melakukan pengawalan dana desa. Sebab, cepat atau lambat dana desa akan semakin besar sesuai dengan amanat Undang-undang, yakni 10 persen APBN dikucurkan kepada desa.

“Jika ini tidak diantisipasi dengan baik. Maka niat baik dari Kades akan berakibat buruk, jika tidak sesuai dengan aturan yang ada,” terang pria humoris itu.

Senada dengan itu, Drs. H. As’at Malik, Wakil Bupati Lumajang juga meminta kepada para Kades untuk bisa bekerjasama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

“Kita berharap pengurus AKD yang baru tetap bisa menjalin komunikasi yang baik dengan Pemkab,” paparnya.

Sementara itu, Teguh Subandono, Ketua AKD Jawa Timur menyatakan, saat ini para Kades tetap berjuang untuk kepastian hukum pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) alias bengkok bisa tetap dikelola Kades. Sebab, dari hasil konsolidasi AKD se-Jatim keluhannya sama yakni tentang tantang bengkok.

“Keluhan para Kades hampir sama. Yakni TKD. Oleh sebab itu, kami minta kepada pak Wabup dan pak Ketua DPRD dalam pembahasan Raperda Desa diharapkan bisa melibatkan teman-teman AKD,” ujarnya.

Acara pelantikan AKD dihadiri oleh seluruh Camat, organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu juga, Ketua DPRD Lumajang H. Agus Wicaksono S.Sos. (Atiek)

KOMENTAR
Share berita ini :